Sektor Pangan Tumbuh: Nilai Tukar Petani Meningkat, Presiden Prabowo Spill Indonesia jadi Perhatian Global
astakom.com, Jakarta - Indonesia lagi masuk fase upgrade di sektor pangan. Dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026), Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kalau tantangan besar bangsa harus dijawab lewat inovasi, riset, dan kolaborasi bareng para ilmuwan serta akademisi.
Presiden Prabowo bilang pemerintah terus mencari solusi buat berbagai sektor strategis, termasuk pangan. Salah satunya dengan berdialog langsung bersama kampus dan para ahli untuk mencari jawaban atas tantangan kemandirian nasional.
“Saya berkali-kali saya datang kepada kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar, tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit. Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produknya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?” kata Presiden Prabowo dalam sambutan di KSTI dikutip oleh astakom.com, pada Sabtu (27/6/2026).
Capaian sektor pertanian
Lewat KSTI, pemerintah juga spill sejumlah capaian sektor pangan yang menunjukkan progress positif. Salah satunya Indonesia berhasil ekspor pupuk urea ke Australia, yang jadi sinyal kalau produk dalam negeri mulai punya daya saing dan mulai “go global”.
Nggak cuma soal ekspor, kondisi petani juga ikut menunjukkan tren positif. Data yang dipaparkan menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,73 pada 2026, angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Capaian ini jadi indikator kalau kesejahteraan petani Indonesia terus mengalami improvement.
Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian 5,74%
Selain itu, sektor pertanian mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menunjukkan sektor pangan makin punya peran penting buat ekonomi nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo soal perkembangan sektor pangan di acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu.
"NTP meningkat tertinggi selama 34 tahun terakhir, yaitu 127. Ini angka tertinggi selama 34 tahun terakhir," kata Andi Amran, di Gorontalo dikutip oleh astakom.com pada Sabtu (27/6/2026).
Nilai ekspor komoditas pertanian meningkat
Mentan juga mengungkapkan nilai ekspor komoditas pertanian meningkat sampai Rp166 triliun, sementara impor pangan termasuk beras medium turun Rp41 triliun. Capaian ini menunjukkan sektor pangan nasional makin solid dengan dukungan kerja keras petani dan nelayan.
Lewat sains, teknologi, dan inovasi, pemerintah terus nge-push improvement di berbagai sektor supaya Indonesia bukan cuma survive memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga makin siap compete di level internasional. (Shnty/aRsp)









