Kemhan Evaluasi Menyeluruh Program SPPI, Utamakan Keselamatan Peserta

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 28 Juni 2026 | 09:15 WIB
Kemhan Evaluasi Menyeluruh Program SPPI, Utamakan Keselamatan Peserta
Kementerian Pertahanan menggelar konferensi pers terkait penyelenggaraan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/06/2026). [Dok. Kemhan]

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) baru aja menggelar konferensi pers di kantor mereka di Jakarta, kemarin (27/06/2026). Langkah ini diambil buat merespons isu hangat seputar program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah ada lima peserta yang dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial.

Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, yang hadir mewakili Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Bukan militerisasi, ini wadah asah leadership!

Fyi, program SPPI ini sebenarnya adalah program nasional garapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang melibatkan banyak kementerian dan lembaga, termasuk Kemhan.

Nah, peran Kemhan di sini adalah dapet tugas buat nge-bimbing Latihan Bela Negara dan Manajerial. Tujuannya keren banget, yaitu membentuk karakter para peserta sebelum mereka terjun langsung jadi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Kemhan juga menegaskan kalau semua peserta ikut program ini secara sukarela dan sudah paham kalau latihan fisik plus mental ini adalah bagian dari prosesnya.

Kemhan juga ngasih clearance nih kalau latihan ini sama sekali bukan buat mencetak tentara baru.

Menurut Kepala BPSDM Han, Latihan Bela Negara dan Manajerial bukan merupakan pendidikan militer untuk membentuk prajurit. Melainkan pembinaan karakter guna menanamkan nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, tanggung jawab, profesionalisme, semangat gotong royong. Serta, kesiapan mengabdi kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan Ketahanan Nasional.

Duka mendalam & fakta medis di balik tragedi

Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan pihak Kemhan, mewakili Menteri Sjafrie, menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas gugurnya lima peserta terbaik SPPI 2026. Kemhan memastikan kalau semua peserta yang sempat drop sudah langsung ditangani sesuai prosedur medis, mulai dari klinik di tempat latihan sampai dirujuk ke rumah sakit besar.

Biar nggak ada simpang siur, berdasarkan laporan resmi rumah sakit, penyebab meninggalnya para peserta ternyata berbeda-beda, guys. Ada yang terkena serangan jantung (cardiac arrest), heat stroke, TBC, pneumonia dengan komplikasi, dan ada juga yang masih dianalisis lebih dalam. Padahal, sebelum latihan dimulai, semua peserta sudah lolos medical check-up resmi, lho.

Evaluasi total: sistem di-upgrade, kesehatan dipantau real-time!

Nggak mau kejadian serupa terulang, Menhan RI langsung gerak cepat ngasih instruksi buat mengevaluasi total program SPPI ini. Fokus utamanya? Keselamatan dan kesehatan peserta adalah prioritas nomor satu.

Ke depannya, Kemhan bakal memperketat profiling kesehatan, bikin cek medis berkala buat yang punya risiko, nurunin intensitas latihan fisik biar ramah di tubuh, dan memperketat pengawasan tim medis di lapangan lewat kerja sama erat bareng Kemenkes dan RS TNI.

Sebagai penutup, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menegaskan komitmen penuh Kemhan untuk terus berbenah demi masa depan anak muda yang tergabung di program ini.

"Sesuai arahan Menteri Pertahanan RI, Kemhan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penyelenggaraan Program SPPI berjalan semakin adaptif, profesional, akuntabel, dan mengedepankan keselamatan peserta."

Lewat upgrade sistem seleksi dan pengawasan kesehatan yang super ketat ini, program SPPI diharapkan tetap bisa melahirkan talenta muda yang disiplin, punya leadership tinggi, dan siap bikin Indonesia makin maju. (aNs)

Gen Z Takeaway

Kemhan baru aja gelar konpers buat respons isu 5 peserta program SPPI yang meninggal pas Latihan Bela Negara. Mereka negasin kalau ini pure buat asah leadership dan disiplin calon pengelola Koperasi Desa, bukan militerisasi, plus para korban meninggal karena kondisi medis yang beda-beda (kayak cardiac arrest sampe heat stroke). Sekarang Menhan Sjafrie Sjamsoeddin langsung gercep ngasih instruksi buat evaluasi total—sistemnya bakal di-upgrade dengan memperketat profiling kesehatan dan nurunin intensitas latihan biar keselamatan peserta tetep jadi prioritas nomor satu.

Kemhan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin SPPI Latihan Bela Negara dan Manajerial Manajer Koperasi Merah Putih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kampung Nelayan Merah Putih

Infografis

Terkini