Pasar Sempat Fear, Pemerintah Yakin PT DSI Bisa Bikin Saham Komoditas Melesat
astakom.com, Jakarta - Pasar sempat waswas gara-gara kemunculan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Tapi pemerintah justru pede kalau langkah ini bakal bikin perusahaan batu bara sampai sawit makin cuan dan valuasinya di bursa bisa naik level.
DSI nantinya bakal jadi “trader” baru yang beli komoditas langsung dari perusahaan dalam negeri lalu dijual ke pasar internasional mulai 1 Januari 2027.
Managing Director (MD) Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas memastikan pembelian komoditas bakal tetap mengacu ke harga pasar internasional yang berlaku. Tiga komoditas yang sementara masuk radar adalah batu bara, CPO, dan ferro alloy.
"PT DSI ini akan menjadi perusahaan trader. Jadi dia langsung membeli, dan dia akan langsung menjual sendiri ke market internasional barang-barang ekspor ini," kata Rohan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, dikutip oleh astakom.com, kemarin (29/05/2026).
Acuan transaksi DSI
Rohan bilang, selama ini harga batu bara dan CPO sebenarnya sudah punya acuan global. Tapi praktik jual murah di bawah harga pasar alias under invoicing masih sering kejadian dan dinilai bikin negara boncos dari sisi pajak sampai devisa hasil ekspor yang parkir di luar negeri.
"Harga komoditas saat ini apalagi batu bara, CPO, itu sudah ada bursanya secara internasional. Jadi ini (transaksi DSI) juga akan mengacu ke situ. Selama ini ada under invoicing, yang tadi dikatakan oleh pak Presiden, 34 tahun itu nilainya Rp15.400 triliun," ungkap dia.
Skema kerja PT DSI
Skema kerja PT DSI sendiri dibagi jadi dua fase. Pada Juni sampai Desember 2026, perusahaan ini baru fokus ngecek invoice jual beli dan jadi penghubung antara pembeli global dengan perusahaan domestik. Baru setelah masuk 2027, DSI mulai turun langsung beli komoditas dan menjualnya sendiri ke pasar ekspor.
Rohan menyebut sistem ini bakal menggeser risiko fluktuasi harga dan kurs dari perusahaan ke PT DSI. Jadi perusahaan dalam negeri bisa lebih fokus produksi tanpa terlalu pusing mikirin drama market global yang naik turun tiap waktu.
"PT DSI akan menjual ke market bebas atau ke luar negeri, dan akan menerima penghasilannya dalam bentuk mata uang tertentu, tergantung mata uang mana yang digunakan," katanya.
Double untung
Pemerintah juga ngeklaim sistem ekspor terpusat ini bisa bikin angka penjualan lebih transparan dan real. Praktik transfer pricing sampai permainan invoice yang selama ini bikin penerimaan negara bocor diharapkan bisa ditekan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa bilang perusahaan batu bara dan sawit justru punya peluang double cuan lewat kebijakan ini. Soalnya, komoditas bakal dibeli dengan harga pasar yang lebih proper dibanding sebelumnya yang sering ditekan demi ngejar volume penjualan.
"Jadi perusahaan juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listing di Bursa. Jadi harusnya (kebijakan) ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan yang sedih di Bursa," kata Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Jumat (29/5/2025).
Berpotensi bikin pasar saham kuat
Meski begitu, Purbaya paham kalau pasar saham sempat overthinking dan ngaitin pelemahan IHSG dengan pembentukan PT DSI. Menurut dia, reaksi itu wajar karena investor masih ngitung efek jangka panjang kebijakan baru ini buat emiten batu bara dan CPO.
"Mungkin mereka (pasar) belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kalau ada ketidakpastian biasanya takut, jual dulu. Tapi kalau nanti mereka mengerti dampaknya seperti apa, harganya (saham) bisa naik," katanya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Pasar sempat overthinking gara-gara PT DSI bakal jadi trader baru batu bara, CPO, sampai ferro alloy mulai 2027. Tapi pemerintah pede langkah ini malah bikin emiten komoditas makin cuan karena harga jual bakal lebih fair dan praktik under invoicing bisa ditekan. Jadi, drama IHSG sekarang dinilai cuma fase “kaget” sebelum market paham impact jangka panjangnya.









