Nggak Cari Ribut, Iran Pilih Commitment pada Diplomasi dan Terima Usulan Para Mediator!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 21 Juli 2026 | 18:02 WIB
Nggak Cari Ribut, Iran Pilih Commitment pada Diplomasi dan Terima Usulan Para Mediator!
Nggak Cari Ribut, Iran Pilih Commitment pada Diplomasi dan Terima Usulan Para Mediator! [Jubir Kemenlu Iran Esmaeil Baqaei, Ilustrasi Gemini]

astakom.com, Jakarta – Pemerintah Iran mengonfirmasi pada Senin, (20/07/2026) kalau mereka sudah menerima usulan dari para mediator untuk meredakan ketegangan yang ada. Saat ini, Teheran sedang meninjau draf tersebut sambil tetap mempertegas komitmen mereka pada jalur diplomasi di tengah aksi saling tembak dengan Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyampaikan dalam konferensi pers kalau pihak mediator terus bergerak sat-set untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

“Kami telah menerima usulan-usulan tersebut melalui para mediator, tetapi tidak akan membahas detailnya pada tahap ini,” tutur Baqaei pada komentarnya yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB, dilnasir dari Anadolu Ajansi pada Selasa, (21/07/2026).

Diplomasi dan militer sat-set

Baqaei menegaskan kalau korps diplomatik Iran tetap fokus menjalankan tugasnya beriringan dengan kesiapan angkatan bersenjata di lapangan.

“Sementara angkatan bersenjata kita merespons dengan tegas dan tuntas terhadap sumber agresi Amerika, diplomasi sepenuhnya menyadari tugas-tugasnya dan tidak akan menyia-nyiakan upaya dalam memenuhinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para diplomat Iran dipastikan gak bakal mengabaikan tugas mereka, sama halnya dengan angkatan bersenjata yang gak akan cuek sama tugas mereka buat ngebela tanah air.

Gandeng Oman amankan Hormuz

Tak hanya itu, Iran juga berniat untuk menjalin kerja sama rapat dengan Oman untuk mengambil langkah strategis “buat  all in jalanin kedaulatannya dan mencegah ancaman keamanan apa pun di Selat Hormuz.

Tolak klaim Trump soal tahanan

Di sisi lain, ada sedikit perdebatan klaim narasi antara AS dan Iran. Baqaei secara tegas menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah membebaskan seorang warga negara Amerika Serikat yang ditahan atas tuduhan mata-mata.

Mengulang penegasan dari lembaga peradilan Iran, Baqaei memastikan tidak ada tahanan AS yang sesuai dengan deskripsi Trump yang dilepaskan dari penjara.

“Individu yang dimaksud bukanlah seorang tahanan dan tidak didakwa dengan spionase,” jelas Baqaei.

Sebelumnya, Trump sempat membagikan unggahan di platform Truth Social miliknya dan mengklaim bahwa Iran telah melepaskan warga AS yang disebutnya "ditahan secara tidak sah" semenjak Desember 2024.

“Dia sekarang sudah berada di luar Iran dengan selamat, dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik dari Iran ini,” ucapnya pada media sosial Truth Social.

Tensi kembali panas pasca-MoU

Dinamika ketegangan ini terjadi di tengah aksi saling balas militer yang masih meletup antara Iran dan AS. Padahal, bulan lalu kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan untuk mengakhiri konflik dan menuju kesepakatan damai jangka panjang. Sayangnya, tensi kembali memanas dalam seminggu terakhir, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, Iran lagi coba keep it cool lewat jalur diplomasi sambil mengkaji draf damai dari mediator, tapi militer mereka tetap stay alert di Selat Hormuz. Plus, Teheran langsung fact-check dan menepis klaim Trump soal pembebasan tahanan AS—menunjukkan kalau perang narasi di media sosial masih sepanas dinamika politik riil di lapangan.

Iran AS iran update iran Negosiasi AS - Iran

Infografis

Terkini