Era Baru PM Inggris: Andy Burnham Fix Gantikan Keir Starmer!
astakom.com, Jakarta – Andy Burnham resmi menduduki kursi Perdana Menteri Inggris yang sebelumnya menggantikan Keir Starmer pada Senin, 20 Juli 2026.
Sebelumnya diberitakan oleh astakom.com pada Senin (22/06/2026) kalau Keir Starmer resmi mengumumkan bakal resign dari posisinya sebagai pemimpin Partai Buruh dan melepas jabatan Perdana Menteri.
Momen Istana
Andy Burnham datang ke Istana Buckingham sekitar pukul 12.05 waktu setempat bareng istrinya, Marie France van Heel. Ia terlihat tampil stylish dan rapi, politikus Partai Buruh ini mengenakan setelan jas gelap lengkap dengan dasi bernuansa biru-keabuan. Ia langsung melangkah masuk ke istana buat berjabat tangan dengan Raja Charles.
Cetak rekor baru
Penunjukan mantan Wali Kota Greater Manchester ini bikin catat rekor tersendiri. Burnham menjadi perdana menteri ke 4 di Inggris dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, sekaligus yang ketujuh sejak tahun 2016.
Pihak istana pun merilis pernyataan resmi terkait momen krusial ini.
"Yang Mulia Raja menerima audiensi Yang Terhormat Andrew Burnham dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru," dilansir dari The Guardian pada Selasa, (21/07/2026).
Pernyataan tersebut juga menambahkan "Yang Terhormat Andrew Burnham menerima tawaran Raja dan berjabat tangan saat diangkat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pertama." jelasnya.
Sesuai tradisi politik di Inggris, momen tatap muka dan berjabat tangan antara calon PM dan Sang Raja adalah simbolis kalau kepemimpinannya sudah sah.
Starmer pamit
Naiknya Burnham ke kursi nomor satu ini terjadi setelah Keir Starmer secara resmi menyatakan mundur pada hari yang sama. Surat pengunduran diri Starmer pun sudah dikirimkan langsung ke meja Raja Charles.
Dalam pidato perpisahannya yang cukup emosional, Starmer mengucapkan terima kasih atas dukungan selama ini dan merasa masa baktya telah tuntas.
"Tugas saya sudah selesai," ucap Starmer.
Badai protes
Sebenarnya, kabar soal Starmer yang mau mundur sudah di spill dan jadi perbincangan publik sejak bulan lalu. Warga Inggris banyak yang melayangkan protes keras lantaran merasa kecewa dan kurang puas terhadap kinerja pemerintahannya, terutama terkait kondisi ekonomi negara yang dinilai kurang stabil.
Tak cuma dari masyarakat umum, tekanan internal juga datang bertubi-tubi dari sesama anggota Partai Buruh. Mereka mendesak Starmer untuk segera mundur setelah partai tersebut menelan kekalahan pahit dalam pemilu sela. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Rotasi kepemimpinan politik di Inggris lagi sengit-sengitnya! Keir Starmer akhirnya mundur gara-gara performa ekonomi yang disorot publik dan tekanan dari internal partainya sendiri. Sekarang, Andy Burnham naik panggung jadi PM baru. Buat Gen Z yang ngikutin isu global, fenomena "bongkar-pasang" PM Inggris ini jadi bukti nyata gimana public pressure dan isu stabilitas ekonomi bisa langsung menggeser posisi pimpinan tertinggi negara dalam waktu singkat.








