Wuih! Presiden Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu, Baru Sebulan PT DSI Kelola Devisa USD10 Miliar
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto terus berupaya memperkuat perekonomian nasional. Hal itu terbukti lewat langkah nyata pemerintah dalam melakukan reformasi tata kelola sumber daya alam (SDA), gaspol investasi strategis, sampai memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor.
Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.
Presiden Prabowo menjelaskan kalau pemerintah memutuskan buat membangun sistem ekspor satu pintu. Langkah ini diambil buat membenahi tata kelola ekspor komoditas strategis kita. Lewat kebijakan ini, pemerintah pengen mastiin semua proses ekspor berjalan transparan sekaligus mengoptimalkan penerimaan devisa negara dari kekayaan alam Indonesia.
“Kita bangun sistem ekspor satu pintu agar negara mengetahui berapa yang diekspor, kepada siapa dijual, berapa harga sebenarnya, berapa devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia. Itu tujuannya,” tegas Presiden Prabowo dikutip oleh astakom.com pada Selasa (21/07/2026).
PT DSI perkuat konsolidasi komoditas ekspor
Buat support implementasi kebijakan ini, pemerintah resmi membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI). Perusahaan ini sudah diumumkan sejak 20 Mei 2026 dan mulai beroperasi penuh (full operations) per 1 Juli 2026. Menurut Presiden Prabowo, PT DSI bakal jadi instrumen negara yang penting banget buat memperkuat tata kelola sekaligus konsolidasi ekspor komoditas strategis milik Indonesia.
“Saya ingatkan, semua komoditas adalah milik bangsa Indonesia. Bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya, itu milik bangsa Indonesia. Nikel, karet, semuanya, kelapa sawit, batu bara, emas. Sehingga, kita terapkan ekspor satu pintu, dan kita dirikan PT DSI, Danantara Sumber Daya Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
Baru sebulan kerja, hasilnya udah terbukti
Presiden Prabowo ngespill progress awal dari kebijakan ini menunjukkan hasil yang positif. Baru beroperasi sebulan lebih, PT DSI sukses mengelola devisa dalam jumlah yang signifikan. Gak cuma itu, lembaga ini juga mulai memangkas kesenjangan (gap) harga ekspor komoditas Indonesia dengan harga di pasar internasional.
“Baru satu bulan, dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar dolar. Dan ternyata dari angka yang masuk, sebelum ada PT DSI, gap perbedaan antara harga dijual di Indonesia dan harga dijual internasional, itu kurang lebih beda minimal 30 persen, mendekati 40-45 persen,” katanya.
Yang bandel bakal auto kena 'cancel'
Presiden Prabowo juga memberikan peringatan keras kalau pemerintah gak bakal kasih toleransi buat praktik-praktik yang merugikan negara, atau pelaku usaha yang gak patuh hukum. Pemerintah dipastikan bakal mengambil langkah tegas demi memastikan tata kelola SDA berjalan sesuai dengan kepentingan nasional.
“Karena kita tegas, meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan, meneruskan, semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
Langkah reformasi Indonesia diakui dunia
Di taklimatnya, Presiden Prabowo juga menyampaikan kalau langkah reformasi yang dilakukan pemerintah sudah mulai diakui oleh dunia internasional. Dengan ketahanan pangan yang makin kuat, sokongan sektor energi, plus potensi SDA yang melimpah, Presiden optimistis banget Indonesia bisa mewujudkan cita-cita besarnya.
“Saudara-saudara, kita sudah mulai dipandang dan kita akan buktikan. Saya yakin dan percaya kita akan jadi lumbung pangan dunia. Saya percaya itu,” kata Presiden Prabowo. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo lagi gaspol benahin tata kelola ekspor SDA lewat sistem ekspor satu pintu dan PT DSI. Baru jalan sekitar sebulan, devisa yang dikelola udah tembus USD10,5 miliar sekaligus mulai memangkas gap harga komoditas dengan pasar global. Buat yang masih main curang, siap-siap auto kena cabut izin.








