KTT ASEAN Resmi Dibuka: Seruan Bersatu Hadapi Gejolak Dunia!
astakom.com, Jakarta – Para Menteri luar negeri dari Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) resmi membuka pertemuan tahunan mereka yang ke-59 di Manila pada Selasa, (21/07/2026).
Di tengah memanasnya ketegangan geopolitik, sengketa wilayah laut, dan konflik yang tak kunjung usai, ASEAN menyerukan pentingnya soliditas dan aksi terkoordinasi agar kawasan ini nggak makin tegang menghadapi masa depan.
Navigasi masa depan
Pada pidato pembukaannya di Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59, Menteri Luar Negeri Filipina, Ma. Theresa P. Lazaro, mengingatkan negara-negara anggota agar nggak cuma jadi penonton pasif. Ia mendesak semua negara ASEAN untuk merespons situasi ini dengan pemecahan masalah yang aktif dan disengaja di tengah kondisi dunia yang kian dikepung oleh gejolak, ketidakpastian, dan hal-hal yang gak bisa diprediksi.
"Ada urgensi yang mendalam dalam pekerjaan kita," tutur Lazaro, sembari mengajak seluruh anggota ASEAN untuk aktif berburu solusi kreatif dan jalur yang layak demi menembus kerumitan tantangan di tingkat regional maupun global, dilansir dari TRT World pada Selasa, (21/07/2026).
Merujuk pada tema Kepemimpinan ASEAN Filipina tahun 2026, yaitu " Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama" , Lazaro menyampaikan pesan kalau ASEAN harus pegang kendali atas nasibnya sendiri, bukannya cuma bersikap reaktif akibat tekanan dari pihak luar.
"Dalam lanskap global yang terpecah-pecah, tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi badai ini sendirian. Kekuatan dan ketahanan kita terletak pada komunitas kita," ungkapnya mengingatkan.
Ia memberikan peringatan keras bahwa jika negara-negara anggota gagal melangkah bersama, kohesi dan kekompakan ASEAN yang dipertaruhkan.
Komitmen 50 tahun TAC
Tak lupa, ia juga menghighlight momentum 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama (TAC). Lazaro menyebut kesepakatan bersejarah ini sebagai jangkar paling andal bagi ASEAN dalam menjaga kedamaian kawasan lewat prinsip saling menghormati kedaulatan, tidak saling mengintervensi, serta menyelesaikan setiap sengketa secara damai.
Myanmar dan Laut China Selatan
Isu keamanan regional bakal di spill jadi menu utama yang dibahas sepanjang pekan pertemuan ini. Agenda besarnya mencakup upaya menghidupkan kembali inisiatif perdamaian ASEAN di Myanmar yang sempat jalan di tempat, serta mengejot negosiasi dengan China terkait kode etik (Code of Conduct) Laut China Selatan yang sudah sangat dinantikan.
Bukan cuma persoalan politik dan keamanan, para menteri juga bakal menilai real impact dari konflik luar kawasan terhadap perekonomian Asia Tenggara terutama gangguan yang menghambat rantai pasok energi global dan jalur-jalur perdagangan utama.
Sinyal KTT November
Rangkaian pertemuan di Manila ini nantinya akan ditutup dengan sesi diskusi strategis yang melibatkan para mitra dialog utama ASEAN. Deretan negara penting di dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, India, hingga Uni Eropa bakal hadir duduk bersama.
Pertemuan tingkat menteri ini sekaligus menjadi landasan dan pemanasan penting menuju KTT ASEAN yang akan digelar pada bulan November mendatang. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Dunia lagi banyak drama geopolitik dan krisis ekonomi, tapi ASEAN ogah cuma jadi penonton pasif. Lewat pertemuan di Manila ini, negara-negara Asia Tenggara sepakat buat saling pegang tangan biar ekonomi stabil, pasokan barang aman, dan kawasan kita gak gampang disetir kekuatan luar!








