Menlu Sugiono: ASEAN Butuh Real Result, Bukan Cuma Janji Manis

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 21 Juli 2026 | 20:03 WIB
Menlu Sugiono: ASEAN Butuh Real Result, Bukan Cuma Janji Manis
Menlu Sugiono: ASEAN Butuh Real Result, Bukan Cuma Janji Manis [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) di Manila, Filipina, baru aja jadi panggung penting buat diplomasi Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara tegas melempar pengingat keras atas kredibilitas ASEAN tuh nggak cuma dinilai dari wacana, tapi dari kemampuannya ngubah janji-janji manis jadi hasil nyata yang kerasa langsung buat masyarakat dan stabilitas kawasan.

“ASEAN telah membuktikan bahwa organisasi ini mampu berkembang. Sekarang pertanyaan yang lebih menantang: apakah ASEAN mampu memenuhi janji-janjinya?” tutur Menlu Sugiono berdasarkan rilis yang diterima oleh wartawan astakom pada Selasa, (21/07/2026).

Tuntaskan CoC sekarang

Menlu Sugiono berpendapat kalau ujian terberat buat buktiin ASEAN itu real alias bukan sekadar formalitas ada pada kemampuannya menjaga perdamaian berbasis aturan. Oleh sebab itu, Indonesia mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan tahun ini juga secara efektif, substantif, dan tetep sesuai hukum internasional (UNCLOS 1982).

“Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi. Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berdasarkan kekuatan,” jelasnya.

Forum konsuler baru

Bukan cuma urusan wilayah, perlindungan warga negara juga jadi concern utama. Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum biar koordinasi buat ngelindungin warga ASEAN di luar negeri terutama pas kondisi darurat atau konflik bisa makin responsif dan sat-set.

Di tengah tingginya tensi persaingan global yang makin memanas, Menlu Sugiono minta kerja sama ASEAN bareng mitra eksternal beneran fokus ke kebutuhan yang real mulai dari penanganan krisis, ketahanan pangan dan energi, sampai rantai pasok yang tangguh.

Turkiye mitra baru

Menariknya, di pertemuan kali ini, para Menlu ASEAN resmi auto nerima Turkiye sebagai Mitra Wicara ASEAN. Kolaborasi ini diharapkan bisa bikin program-program pembangunan Komunitas ASEAN makin konkret dan terasa dampaknya.

Menuju ASEAN 2045

Mengingat ASEAN terhadap peringatan ke-60 di tahun 2027, Indonesia ngedorong penguatan mandat dan sumber daya organisasi supaya sejalan sama target ambisius Visi Komunitas ASEAN 2045.

“Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Menlu Sugiono.

Rangkaian AMM/PMC ke-59 ini berlangsung di Manila dari tanggal 20–24 Juli 2026 di bawah Keketuaan Filipina yang mengusung tema “Navigating Our Future, Together”.

Pertemuan ini sukses mengesahkan sejumlah dokumen krusial, mulai dari Joint Communiqué, Pernyataan Menlu ASEAN tentang Situasi Terkini di Timur Tengah, Panduan Modalitas Hubungan & Aksesi Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), sampai Kriteria dan Indikator Kemitraan Wicara ASEAN. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Menlu RI lagi spill fakta keras di Manila: ASEAN itu nggak cukup cuma modal wacana atau bikin dokumen aesthetic, tapi harus ada real impact yang kerasa sama masyarakat. Dari mulai desak aturan Laut Cina Selatan biar beres tahun ini, bikin forum gercep buat lindungi warga di luar negeri, sampai resmi narik Turkiye jadi partner baru. Intinya, diplomasi tuh harus sat-set dan langsung kerasa dampaknya, bukan cuma jualan janji manis!

Asean update ASEAN Laut China Selatan 2026 Turkiye

Infografis

Terkini