Roket Lijian-1 Y13 China Sukses Orbitkan Lima Satelit dalam Satu Misi
astakom.com, Jakarta - China kembali menjalankan misi antariksa komersial lewat peluncuran roket Lijian-1 Y13 pada 15 Mei 2026. Roket tersebut lepas landas dari Dongfeng Commercial Space Innovation Pilot Zone di barat laut China dan berhasil membawa lima satelit ke orbit yang telah ditentukan.
Peluncuran ini menjadi salah satu misi penting bagi seri Lijian-1 atau Kinetica-1. Berdasarkan laporan Xinhua, penerbangan Y13 sekaligus menandai total 100 satelit yang telah dikirim oleh seri roket tersebut sejak pertama kali digunakan. Xinhua menyebut seluruh satelit dalam misi ini
“Successfully transported the satellites to their planned orbits.” Dikutip dari media Xinhua News Agency pada Minggu, (17/05/2026).
Selain membawa beberapa satelit observasi dan teknologi, misi ini juga kembali menunjukkan perkembangan industri antariksa komersial China yang dalam beberapa tahun terakhir makin aktif mengembangkan layanan peluncuran satelit kecil dan multi-misi.
Roket empat tahap
Media internasional CGTN melaporkan Lijian-1 dikembangkan oleh CAS Space, perusahaan antariksa komersial yang berafiliasi dengan Chinese Academy of Sciences. Roket ini menggunakan konfigurasi empat tahap berbahan bakar padat dan dirancang untuk kebutuhan peluncuran satelit kecil hingga menengah.
Melansir dari data resmi CAS Space menyebut roket tersebut memiliki tinggi sekitar 30 meter dengan kapasitas membawa muatan hingga sekitar dua ton ke Low Earth Orbit (LEO). Sistem bahan bakar padat dipilih karena memungkinkan proses persiapan peluncuran dilakukan lebih cepat dibanding beberapa sistem roket konvensional.
CGTN juga menyebut Lijian-1 dipakai untuk mendukung kebutuhan peluncuran komersial dan misi multi-satelit yang kini makin banyak digunakan dalam industri antariksa global.
Satelit teknologi AI
Salah satu satelit yang ikut dibawa dalam misi ini adalah Tianyan-27 atau Youxi. Berdasarkan laporan People’s Daily yang mengutip Xinhua, satelit tersebut digunakan untuk pengujian teknologi observasi inframerah generasi baru dan pemrosesan data cerdas di orbit.
Satelit itu dilengkapi perangkat seperti kamera pengawas antariksa, kamera inframerah, hingga sistem pemrosesan onboard berbasis AI. Teknologi seperti ini memungkinkan sebagian data dianalisis langsung di luar angkasa sebelum dikirim ke bumi.
Xinhua menyebut satelit tersebut akan menjalankan
“in-orbit verification of new infrared remote sensing technologies.” dikutip dari media Xinhua News Agency pada Minggu, (17/05/2026).
Fokus Reuse roket
Menurut laporan BERNAMA yang mengutip Xinhua, penerbangan Y13 menjadi misi ke-13 untuk seri Lijian-1. CAS Space juga menyatakan mereka tengah mengembangkan teknologi pemulihan dan penggunaan ulang roket untuk mendukung efisiensi peluncuran di masa depan.
“rocket recovery and reuse, and whole-rocket health monitoring and maintenance.” Dikutip dari media CAS Space pada Minggu, (17/05/2026).
Langkah ini memperlihatkan bagaimana industri space tech kini tidak hanya fokus pada keberhasilan peluncuran, tetapi juga efisiensi sistem dan pengembangan teknologi reusable rocket yang mulai jadi tren global. (deA/aNs)













