Kabel Laut Pukpuk Resmi Beroperasi, Papua Kini Tersambung ke Jalur Digital Global
astakom.com, Jakarta – Papua mulai mengambil peran baru dalam peta konektivitas digital internasional. Lewat peresmian Sistem Kabel Laut Pukpuk atau Puk-Puk 1, Indonesia kini punya jalur kabel lintas batas pertama yang langsung menghubungkan Papua dengan Papua Nugini sekaligus membuka akses ke jaringan global Asia Pasifik.
Proyek yang diresmikan PT Telkom Indonesia melalui Telkom International atau Telin ini dinilai jadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas digital di Indonesia Timur. Jalur baru tersebut bahkan terhubung hingga Los Angeles, Amerika Serikat lewat jaringan internasional SEA-US.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, mengatakan pembangunan konektivitas digital harus dilakukan merata agar seluruh wilayah Indonesia punya kesempatan berkembang di ekosistem ekonomi digital.
“Sehingga konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital,” kata Angga dalam keterangan, dikutip astakom-com pada Minggu, (10/05/2026).
Jalur digital baru
Kabel Laut Pukpuk menjadi kabel lintas batas pertama di Asia Pasifik yang menghubungkan Indonesia langsung dengan Papua Nugini. Jalurnya menghubungkan Jayapura ke Vanimo, Papua Nugini, lalu tersambung ke Manado hingga Los Angeles melalui kabel SEA-US.
Landing station milik Telin di Jayapura kini juga menjadi salah satu pintu konektivitas internasional baru Indonesia di kawasan timur. Kehadiran jalur ini membuat Papua memiliki dua jalur konektivitas internasional mandiri.
Sebelumnya, astakom.com melansir, pemerintah menegaskan Papua mulai diposisikan sebagai salah satu simpul penting konektivitas digital Indonesia di kawasan Asia Pasifik. Penguatan jaringan internasional di Papua dinilai bukan hanya memperluas akses internet masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing digital Indonesia secara global.
Lebih jauh Angga menyampaikan, proyek ini dinilai memperkuat ketahanan jaringan digital Indonesia sekaligus membuka akses global baru bagi kawasan timur Indonesia.
“Indonesia itu luas. Indonesia bukan hanya di Jawa. Dari Sabang sampai Merauke adalah Indonesia. Karena itu pembangunan konektivitas tidak boleh hanya terpusat di wilayah utama, tetapi juga harus menjangkau Papua dan Indonesia Timur,” ujar Angga.
Papua makin terkoneksi
Dian Siswarini mengatakan proyek Kabel Laut Pukpuk menjadi bagian dari komitmen TelkomGroup untuk memastikan Indonesia Timur ikut terhubung dalam ekosistem digital global.
“Dengan Pukpuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia Timur adalah bagian integral dari ekosistem konektivitas global,” kata Dian, dikutip astakom.com pada Minggu (10/05/2026).
Menurut Telkom, jalur alternatif tersebut juga memperkuat ketahanan infrastruktur digital Papua agar layanan konektivitas tetap stabil dan optimal.
Melansir dari keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital pada Jumat silam (08/05/2026), pemerintah menyebut pembangunan infrastruktur digital menjadi bagian penting dari agenda prioritas nasional untuk menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Kabel laut ini juga membuka peluang kolaborasi digital baru antara Indonesia dan negara-negara kawasan Pasifik.
Koneksi lintas negara
Peresmian Kabel Laut Pukpuk turut dihadiri Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo dan CEO PNG DataCo Paul Komboi.
Paul menilai kedekatan Indonesia dan Papua Nugini perlu diperkuat lewat konektivitas digital yang lebih andal dan resilien. Menurutnya, proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga langkah awal penguatan hubungan digital kedua negara.
Sementara itu, Angga mengapresiasi langkah TelkomGroup dalam memperkuat konektivitas digital nasional lewat proyek Kabel Laut Pukpuk.
“Pukpuk Cable yang dibangun oleh TelkomGroup menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan konektivitas yang lebih andal, resilien, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Papua Nugini, maupun seluruh penjuru negeri,” ujarnya. (deA/aNs)













