Konsultasi dengan KPK, Kemensos Ingin Perkuat Transparansi Program Sekolah Rakyat

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:00 WIB
Konsultasi dengan KPK, Kemensos Ingin Perkuat Transparansi Program Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan konsultasi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). (Kemensos).

astakom.com, Jakarta – Kementerian Sosial Republik Indonesia membuka peluang menyerahkan proses pengadaan barang dan jasa program Sekolah Rakyat kepada instansi lain yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman lebih kuat dalam pengelolaan pengadaan. 

Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya memperkuat transparansi sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Wacana itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai melakukan konsultasi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, kemarin (08/05/2026).

“Kami ingin pengadaan untuk sementara waktu, sambil memperkuat SDM di Kemensos, bisa dilakukan lewat agen pengadaan atau dititipkan ke kementerian yang memiliki kapasitas lebih baik,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.

Profesional dan transparan

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena Kemensos masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia di bidang pengadaan barang dan jasa. Dengan melibatkan instansi yang lebih berpengalaman, pemerintah berharap proses pengadaan Sekolah Rakyat dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Dalam pertemuan itu, Gus Ipul juga mengakui tata kelola pengadaan di Kemensos masih perlu diperbaiki. Berdasarkan catatan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, posisi Kemensos dalam pengelolaan pengadaan masih berada di peringkat 167 dari lebih dari 600 lembaga dan instansi pemerintah.

Ia menegaskan, konsultasi dengan KPK menjadi bagian dari langkah kehati-hatian dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pengentasan kemiskinan.

Strategi pemberdayaan keluarga miskin

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan keluarga miskin secara menyeluruh. Program tersebut menyasar keluarga dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Ini bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan. Anak-anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu agar lebih layak, hingga nantinya keluarga bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos,” ujarnya.

Ia juga memastikan seluruh proses pengadaan akan terbuka untuk diawasi dan diaudit. Kemensos, kata dia, siap menerima kritik, saran, maupun pemeriksaan jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Masukan KPK

Dalam konsultasi tersebut, KPK turut memberikan masukan terkait titik rawan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, mulai dari gratifikasi, suap, hingga potensi konflik kepentingan. Gus Ipul menegaskan seluruh catatan tersebut menjadi perhatian serius pihaknya.

“Jangan sampai ada kickback, gratifikasi, atau praktik menyimpang lainnya. Itu sudah menjadi perhatian kami sejak awal,” tegasnya.

Selain membahas tata kelola pengadaan, Gus Ipul juga menjelaskan alasan pemerintah menyediakan perlengkapan seperti seragam dan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan negara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tinggal di asrama dan membutuhkan perlengkapan belajar dasar.

Pencegahan Korupsi

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut konsultasi bersama Kemensos menjadi langkah awal memperkuat aspek pencegahan korupsi dalam pelaksanaan program pemerintah.

“Kami sudah mendiskusikan berbagai hal, termasuk antisipasi yang perlu dilakukan. Ini langkah awal, nanti akan ada tindak lanjut dan koordinasi teknis berikutnya,” kata Setyo.

Ia menambahkan, KPK akan terus mengedepankan pendekatan pendidikan dan pencegahan agar program-program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, dapat berjalan optimal tanpa penyimpangan. (ACwan/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Program Sekolah Rakyat tuh bukan cuma soal bangun sekolah, tapi juga gimana negara serius bantu anak-anak dari keluarga kurang mampu biar punya masa depan lebih oke. Makanya Kemensos sampai ngajak KPK ikut ngawasin proses pengadaannya supaya semuanya transparan, nggak ada drama titip-titipan, dan bantuannya benar-benar nyampe ke yang butuh.

Kemensos KPK Korupsi Gus Ipul Saifullah Yusuf

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB