ASEAN Harus Gesit: Kunci Filipina Hadapi Krisis Global
astakom.com, Jakarta – Filipina menegaskan kalau pentingnya bagi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN untuk senantiasa responsif dalam memitigasi berbagai dinamika tantangan, baik yang muncul dari dalam maupun luar kawasan.
Sebagai tuan rumah Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, kemarin (07/05/2026) Menlu Ma. Theresa Lazaro menyampaikan pandangan tersebut di depan delegasi menteri dan pejabat senior dari seluruh negara anggota ASEAN.
Respons cepat vs visi 2045
"Kami menghadiri pertemuan ini dengan pemahaman bahwa masyarakat memerlukan ketangkasan dalam menanggapi tantangan yang mendesak dan segera, serta komitmen yang teguh dalam mencapai tujuan jangka panjang kami di bawah Komunitas ASEAN 2045,” tutur Lazaro dilansir dari Philippine News Agency pada Jumat, (8/5/2026).
Dalam keterangannya, Lazaro menjelaskan kalau pertemuan tersebut difokuskan pada penyikapan ASEAN terhadap situasi di Timur Tengah serta implementasi pilar-pilar prioritas Filipina, mulai dari penguatan politik dan ekonomi hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan.
Efek domino Timur Tengah ke piring warga
Lazaro menyoroti kalau ketergantungan kawasan terhadap impor minyak mentah yang mencapai lebih dari 50 persen membuat gejolak di Timur Tengah berdampak langsung pada lonjakan biaya energi.
Hal ini, menurutnya, akan memicu kenaikan harga input pertanian serta komoditas pangan pokok bagi masyarakat di Asia Tenggara.
Agenda integrasi dan peringatan emas
Selain isu krisis, agenda pertemuan para menteri juga mencakup pembahasan mengenai proses integrasi Timor Leste setelah resmi bergabung, penguatan kerja sama dengan mitra eksternal, serta peringatan emas atau 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) di Asia Tenggara.
Misi khusus Myanmar & persiapan KTT
Selaku utusan khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar, Lazaro dijadwalkan memberikan laporan komprehensif mengenai kondisi terkini di Myanmar serta progres implementasi Konsensus Lima Poin.
Pertemuan AMM kali ini dihadiri oleh hampir seluruh Menteri Luar Negeri anggota, kecuali Myanmar yang diwakili oleh pejabat senior yakni Sekretaris Tetap Kemlu, U Hau Khan Sum.
Pertemuan ini merupakan rangkaian agenda tingkat menteri yang digelar sebagai persiapan menuju KTT Pemimpin ASEAN ke-48 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Dunia lagi nggak stabil, dan Filipina tegas bilang kalau ASEAN nggak boleh "lemot" dalam merespons isu global. Konflik di Timur Tengah bukan cuma berita internasional biasa, tapi ancaman nyata buat harga bensin dan biaya makan siang kita karena ketergantungan impor minyak yang tinggi. Intinya, diplomasi kali ini fokus pada gimana caranya kawasan kita tetap survive dan solid di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.













