Menteri Sugiono Kompak Bareng 12 Menlu Kecam Israel Terkait Global Sumud
astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono bersama diplomat senior dari 12 negara mengeluarkan pernyataan kolektif yang mengecam keras agresi Israel terhadap Global Sumud Flotilla pada 30 April 2026.
Delegasi yang melibatkan negara-negara seperti Turki, Brasil, Yordania, Mauritania, Pakistan, Spanyol, Malaysia, Bangladesh, Kolombia, Maladewa, Afrika Selatan, Libya hingga Indonesia ini menegaskan kalau tindakan tersebut adalah serangan terhadap misi kemanusiaan sipil yang berupaya menyoroti krisis di Gaza.
"Mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla, sebuah inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan menarik perhatian masyarakat internasional terhadap bencana kemanusiaan di Gaza," demikian pernyataan Kemlu RI.
Gugatan pelanggaran hukum internasional
"Serangan Israel terhadap kapal-kapal tersebut serta penahanan secara tidak sah terhadap para aktivis kemanusiaan di perairan internasional merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” demikian pernyataan dilansir dari Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (07/05/2026).
Melalui pernyataan tersebut, para Menteri mendesak otoritas Israel untuk segera membebaskan para aktivis sipil demi menjamin keselamatan mereka.
Selain itu, para menteri diserukan untuk bertindak tegas secara hukum dan moral dalam menegakkan hukum internasional.
Desakan pembebasan Saif dan Thiago
Saat ini, dua aktivis yakni Saif Abu Keshek (Spanyol) dan Thiago Avila (Brasil) dilaporkan tengah mendekam di penjara Ashkelon setelah armada mereka dicegat.
Kedua aktivis tersebut merupakan bagian dari puluhan relawan dalam misi menuju Gaza yang perjalanannya terhenti paksa.
Kronologi Penghadangan di Lepas Pantai Yunani
Armada mereka dicegat oleh militer Israel saat masih berada di wilayah perairan internasional, tepatnya di lepas pantai Yunani pada Kamis pekan lalu.
"Pada saat pernyataan ini dipublikasikan (pukul 04.30 GMT), setidaknya 22 kapal dari 58 kapal armada ini telah diserbu oleh pasukan Israel yang sepenuhnya melanggar hukum internasional," ucap Armada Global Sumud pada pernyataannya.
"Israel harus segera dan tanpa syarat membebaskan anggota Armada Global Sumud, Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, yang ditahan di perairan internasional dan dibawa ke Israel di mana mereka terus ditahan tanpa dakwaan," ucap juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Thameen Al-Kheetan.
"Bukanlah kejahatan untuk menunjukkan solidaritas dan berupaya membawa bantuan kemanusiaan kepada penduduk Palestina di Gaza, yang sangat membutuhkannya," jelasnya.
Misi kemanusiaan dari jantung Eropa
Bertolak dari pelabuhan di Prancis, Spanyol, dan Italia, armada ini membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade ketat Israel.
Kapal-kapal tersebut membawa bantuan vital yang ditujukan bagi warga Palestina di tengah wilayah yang hancur akibat perang. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Solidaritas global lagi kencang-kencangnya! Aksi berani relawan di Global Sumud Flotilla buat bantu warga Gaza justru dihadang secara ilegal oleh militer Israel di perairan internasional. Menlu Sugiono bareng diplomat dari 12 negara lain nggak tinggal diam dan langsung call out tindakan ini sebagai pelanggaran hukum berat. Isu ini bukan cuma soal politik, tapi soal kemanusiaan dan hak aktivis sipil buat kasih bantuan tanpa rasa takut. Stay aware, stay human.













