Followers Instagram Mendadak Drop, Pengguna Ramai Bahas Dugaan Bot Purge
astakom.com, Techno - Pengguna Instagram mendadak dibuat bingung usai jumlah followers mereka turun drastis dalam waktu singkat. Fenomena ini ramai dibahas di media sosial atau medsos setelah banyak akun mulai dari pengguna biasa sampai selebritas dunia, kehilangan ribuan hingga jutaan pengikut hanya dalam hitungan jam.
Gelombang penurunan followers ini memicu dugaan pengguna bahwa Instagram tengah melakukan “bot purge” atau pembersihan akun palsu, spam, dan akun tidak aktif di platform mereka.
Istilah ini umum dipakai untuk menggambarkan proses penghapusan akun yang tidak autentik demi menjaga kualitas interaksi di media sosial.
Dilansir dari Hindustan Times, ribuan pengguna melaporkan penurunan followers secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Media tersebut menyebut fenomena ini memicu spekulasi bahwa Instagram sedang memperketat sistem moderasi akun, termasuk terhadap akun spam dan fake profile.
Sejumlah figur publik juga disebut terdampak. Kylie Jenner dilaporkan kehilangan jutaan followers, sementara Madison Beer disebut kehilangan ratusan ribu pengikut dalam waktu singkat berdasarkan laporan pengguna di media sosial.
Seleb ikut terdampak
Dilansir dari Times of India pada Kamis, (07/05/2026), sejumlah nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Priyanka Chopra, dan Virat Kohli juga dilaporkan mengalami penurunan followers akibat dugaan penyisiran akun palsu oleh Instagram.
Bagi kreator dan influencer, followers bukan sekadar angka, tapi juga memengaruhi nilai kerja sama brand, engagement, hingga kredibilitas digital. Karena itu, penurunan mendadak ini langsung jadi bahan diskusi luas di media sosial.
Dilansir dari Yahoo Creators, fenomena ini diduga berkaitan dengan peningkatan sistem AI moderasi milik Meta yang semakin agresif dalam mendeteksi aktivitas tidak autentik di platform.
AI makin diperkuat
Di tengah isu followers drop, Meta juga memperluas penggunaan AI untuk keamanan platform. Dalam blog resmi Meta, Meta menjelaskan sistem AI mereka kini digunakan untuk mendeteksi akun pengguna di bawah usia 13 tahun.
Meta menyebut teknologi tersebut mampu menganalisis seluruh profil, termasuk unggahan, komentar, bio, hingga caption untuk mencari “petunjuk kontekstual” terkait usia pengguna. Sistem ini juga diperluas ke fitur seperti Instagram Reels, Instagram Live, dan Facebook Groups.
Selain teks, Meta juga mulai menggunakan analisis visual untuk memperkirakan usia pengguna dari foto dan video, meski mereka menegaskan bahwa teknologi ini bukan facial recognition.
Jika terdeteksi akun kemungkinan dimiliki pengguna di bawah umur, akun dapat dinonaktifkan sementara sampai proses verifikasi usia selesai dilakukan.
Bukan pertama kali
Fenomena followers turun massal sebenarnya bukan hal baru di Instagram. Platform ini sebelumnya juga beberapa kali melakukan penindakan terhadap akun palsu, spam, dan aktivitas tidak autentik dalam skala besar.
Dilansir dari CNBC, Meta pada 2025 menghapus sekitar 10 juta profil palsu serta mengambil tindakan terhadap sekitar 500 ribu akun yang terlibat aktivitas spam dan fake engagement.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas interaksi di platform serta memastikan bahwa engagement yang terlihat berasal dari pengguna yang benar-benar aktif dan autentik. (deA/aNs)













