Bagaimana Pencegahannya? Ini Lho, Asal-usul dan Bahaya Hantavirus Yang Sudah Menelan 3 Korban

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Selasa, 5 Mei 2026 | 19:34 WIB
Bagaimana Pencegahannya? Ini Lho, Asal-usul dan Bahaya Hantavirus Yang Sudah Menelan 3 Korban
Ilustrasi/ Ini Lho Hantavirus! Waspada Sudah Menelan 3 Korban (pexels)

astakom.com, Jakarta – Kasus kematian tiga penumpang di kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian otoritas kesehatan global. Insiden ini diduga berkaitan dengan infeksi Hantavirus, penyakit langka yang dapat berkembang menjadi kondisi serius dalam waktu singkat.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa kasus ini bermula dari gejala gangguan pernapasan akut yang dialami beberapa penumpang selama pelayaran. Situasi tersebut kemudian memicu investigasi kesehatan lintas negara karena adanya indikasi infeksi yang tidak biasa di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Dilansir dari Reuters, otoritas kesehatan bersama World Health Organization telah melakukan penyelidikan epidemiologis, termasuk pengujian laboratorium terhadap sejumlah penumpang yang menunjukkan gejala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber paparan serta mencegah potensi penyebaran lebih lanjut.

Melansir dari astakom.com, hantavirus adalah penyakit langka yang menyebar melalui paparan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti demam berdarah hingga masalah pernapasan berat.

Asal-usul dan bahaya virus

Hantavirus merupakan kelompok virus yang secara alami terdapat pada hewan pengerat, terutama tikus. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui inhalasi partikel yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur hewan tersebut di lingkungan tertentu.

Dikutip dari World Health Organization pada Selasa (5/5/2026), “Hantavirus infections in humans can cause severe respiratory disease with a high fatality rate.” tulisnya.

Secara klinis, infeksi ini dapat berkembang menjadi hantavirus pulmonary syndrome (HPS), yaitu kondisi yang menyerang paru-paru dan dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat. 

Tingkat fatalitasnya dilaporkan cukup tinggi, terutama pada kasus yang tidak mendapatkan penanganan dini.

Gejala yang perlu diwaspadai

Pada tahap awal, gejala hantavirus cenderung tidak spesifik dan menyerupai infeksi virus umum. Penderita biasanya mengalami demam, kelelahan, serta nyeri otot, terutama pada bagian tubuh besar.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, “Early symptoms include fatigue, fever and muscle aches, especially in large muscle groups.” jelasnya.

Dalam perkembangannya, gejala dapat memburuk menjadi batuk dan sesak napas. Pada fase lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru yang berujung pada kegagalan pernapasan.

Pencegahan

Upaya pencegahan hantavirus berfokus pada pengurangan paparan terhadap hewan pengerat dan lingkungannya. Hal ini mencakup menjaga kebersihan area tempat tinggal, menghindari kontak langsung dengan tikus atau jejaknya, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, “The best way to prevent hantavirus infection is to avoid contact with rodents and their droppings.” jelasnya dalam pernyataan.

Selain itu, penyimpanan makanan secara tertutup dan pengendalian populasi tikus di lingkungan juga menjadi langkah penting dalam menekan risiko paparan.

Menurut World Health Organization, penularan hantavirus antar manusia sangat jarang terjadi dan sebagian besar kasus berkaitan dengan paparan lingkungan yang terkontaminasi hewan pengerat. Otoritas kesehatan juga menilai risiko penyebaran luas relatif rendah, meski investigasi tetap dilakukan untuk memastikan sumber infeksi dalam kasus di kapal pesiar tersebut.(deA/aRsp)

Gen Z takeaway

Kasus ini jadi pengingat bahwa ancaman kesehatan tidak selalu datang dari penyakit yang sedang tren. Hantavirus mungkin jarang, tetapi tetap berisiko tinggi dalam kondisi tertentu. Menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan awareness terhadap sumber penularan menjadi langkah sederhana yang relevan untuk meminimalkan risiko, bahkan dalam situasi yang tidak terduga seperti saat bepergian.

Hantavirus Virus kapal pesiar MV Hondius Kapal Pesiar Bahaya Hantavirus Pencegahan Hantavirus

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB