Iran Serahkan 14 Poin Proposal Perdamaian Konflik AS ke Pakistan
astakom.com, Jakarta – Iran sudah mengajukan proposal rencana perdamaian yang berisi 14 poin kepada Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, dalam upaya menciptakan resolusi komprehensif untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Iran pilih jalur diplomasi 14 Poin
Melansir dari laporan Anadolu Ajansi pada Minggu, (03/05/2026), tanggapan Iran tersebut menyoroti sembilan poin yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan menitikberatkan pada upaya untuk "mengakhiri perang."
Deadline 30 hari vs tawaran Washington
Menurut laporan tersebut, Washington telah mengajukan usulan gencatan senjata selama dua bulan, sedangkan Teheran menegaskan kalau persoalan-persoalan ini harus diselesaikan dalam waktu 30 hari dengan prioritas pada penghentian perang daripada memperpanjang masa gencatan senjata.
Syarat mutlak: cabut sanksi & blokade
Laporan itu juga menyebut kalau Iran menyertakan sejumlah ketentuan dalam proposalnya, di antaranya jaminan penghentian aksi militer, penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran, pencabutan blokade laut dan sanksi ekonomi, pelepasan aset Iran yang dibekukan, pembayaran kompensasi, serta penghentian permusuhan di berbagai kawasan, termasuk di Lebanon.
Nasib jalur minyak dunia di Selat Hormuz
Selain itu, proposal Iran turut mencakup rancangan pengaturan terkait Selat Hormuz, jalur strategis penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia yang hingga kini tetap terblokir sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Pakistan kini berperan sebagai mediator gencatan senjata antara kubu-kubu yang berseteru sejak awal April, menginisiasi perundingan perdamaian bersejarah di Islamabad, serta berencana melanjutkan perannya hingga konflik benar-benar dapat diakhiri. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Intinya, Iran lagi set boundaries dengan ngasih proposal damai ke AS lewat Pakistan sebagai "mak comblang" diplomatik. Mereka nggak mau sekadar gencatan senjata lama-lama, tapi minta konflik kelar total dalam 30 hari biar sanksi ekonomi diangkat dan Selat Hormuz nggak diblokir lagi. Basically, ini upaya biar tensi global nggak makin chaos dan ekonomi dunia bisa balik normal.













