Friendster Comeback via iOS, Hadir dalam Versi Baru, Bidik Genzi?
astakom.com, Jakarta — Platform jejaring sosial lawas, Friendster, dilaporkan kembali hadir dalam bentuk aplikasi terbaru yang mulai muncul di perangkat iPhone setelah lebih dari satu dekade tidak aktif.
Kemunculan kembali Friendster ini dilaporkan sejumlah media luar negeri pada akhir April 2026, menandai kembalinya nama besar yang sempat populer di awal era media sosial.
Versi terbaru ini tidak terhubung langsung dengan layanan lama, melainkan dikembangkan oleh pihak berbeda dengan pendekatan yang lebih sederhana.
Hingga kini, peluncurannya masih terbatas di iOS dan belum ada kepastian terkait ekspansi global maupun kehadiran di platform lain.
Comeback setelah 10 tahun
Dilansir dari ABS-CBN News dalam artikel “Friendster back after 10 years” pada minggu, (3/5/2026), platform ini kembali diperkenalkan ke publik setelah vakum panjang sejak pertengahan 2010-an.
Laporan tersebut menyebut kemunculan ulang ini sebagai upaya menghadirkan kembali pengalaman jejaring sosial yang lebih personal di tengah perubahan lanskap digital.
Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari entitas global Friendster sebelumnya terkait peluncuran ulang tersebut.
Tersedia di iOS
Sementara itu, dilansir dari GMA News melalui laporan “Friendster returns after 10 years”, aplikasi versi terbaru telah tersedia di App Store dan dapat diakses oleh sebagian pengguna iPhone.
Distribusi aplikasi disebut masih terbatas dan dilakukan secara bertahap, sehingga belum semua wilayah dapat mengaksesnya secara penuh.
Belum ada kepastian terkait ketersediaan untuk perangkat Android maupun peluncuran global dalam waktu dekat.
Dikembangkan ulang
Dilansir dari Business Insider dalam artikel “Friendster and Vine are back from the dead”, versi terbaru Friendster dikembangkan oleh pihak baru dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan data maupun layanan pengguna sebelumnya.
Konsep yang diusung juga berbeda, dengan penekanan pada koneksi pertemanan yang lebih terbatas dan interaksi yang lebih personal.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan tren sebagian pengguna yang mulai mencari pengalaman digital yang lebih sederhana dan minim distraksi.
Profil Friendster
Friendster diluncurkan pada 2002 oleh Jonathan Abrams di Amerika Serikat dan menjadi salah satu pionir jejaring sosial sebelum munculnya Facebook dan MySpace.
Pada periode 2003 hingga 2008, platform ini mencapai masa popularitas tinggi dengan basis pengguna besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Friendster dikenal lewat fitur seperti testimonial dan kustomisasi profil yang menjadi bagian dari budaya digital generasi milenial awal.
Seiring meningkatnya persaingan dan kendala teknis, popularitasnya menurun hingga akhirnya layanan jejaring sosial tersebut dihentikan pada 2015. (deA/aNs)













