Kemlu Pastikan Penanganan Maksimal 10 Jemaah Haji Korban Kecelakaan Bus di Madinah
astakom.com, Jakarta – Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah menyatakan sebanyak 10 jemaah haji asal Indonesia dilaporkan mengalami luka-luka, Mereka cedera setelah dua bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Madinah, Arab Saudi, pada Senin lalu (28/04/2026).
Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keselamatan jemaah di tengah pelaksanaan rangkaian ibadah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Laporan resmi insiden Jabal Magnet
"Berdasarkan informasi dari KJRI Jeddah, tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini, namun terdapat 10 korban luka," ucap Heni pada agenda press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta, kemarin, (30/04/2026).
Heni Hamidah menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat rombongan jemaah dalam perjalanan pulang menuju penginapan.
Para jemaah baru saja menyelesaikan agenda city tour atau wisata religi di kawasan Jabal Magnet, sebuah destinasi populer di luar kota Madinah.
Insiden ini melibatkan dua armada bus yang membawa rombongan jemaah dari dua embarkasi berbeda, yakni Kloter Surabaya 2 (SUB 02) dan Kloter Jakarta 1 (JKG 01).
Kondisi korban dan penanganan medis
"Berdasarkan data terbaru dari KJRI Jeddah, dari total sepuluh lorban luka, 7 di antaranya merupakan jemaah asal Kloter Jakarta 1" ucap Heni pada agenda press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kemarin, (30/4/2026).
Ketujuh jemaah tersebut dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis darurat.
"Jemaah dari Kloter Jakarta 1 yang luka ringan sudah ditangani dan saat ini seluruhnya telah kembali ke Hotel Andalus untuk beristirahat," ujar Heni.
Satu Jemaah Masih Menjalani Perawatan Intensif
Sementara itu, penanganan khusus masih diberikan kepada rombongan dari Kloter Surabaya 2.
"Dari 3 jemaah Surabaya yang terdampak, 2 orang telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan meninggalkan fasilitas kesehatan"sambungnya.
"Namun, terdapat satu jemaah lansia berusia 60 tahun yang hingga Jumat pagi waktu setempat dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Hayat Kuba"tuturnya.
Kondisinya terus dipantau secara berkala oleh tim medis rumah sakit dan otoritas terkait.
Pemantauan Berlanjut oleh KJRI Jeddah
Pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah menegaskan akan terus mengawal perkembangan kesehatan seluruh korban, terutama satu jemaah yang masih dirawat di rumah sakit.
Koordinasi dengan otoritas keamanan dan kesehatan Arab Saudi terus dilakukan guna memastikan para jemaah mendapatkan penanganan terbaik hingga mereka siap kembali bergabung dengan kloternya.
"KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan kondisi dan penanganan medis para jemaah secara saksama," tutup Heni. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Government presence at its best! Kemlu lewat KJRI Jeddah langsung gercep pasang badan buat memastikan keselamatan warga negara kita yang lagi ibadah di luar negeri. Meskipun ada insiden di Jabal Magnet, transparansi data dan koordinasi medis yang cepat menunjukkan kalau perlindungan WNI tetap jadi prioritas utama di mana pun mereka berada.













