Kemlu RI Desak PBB, Tuntaskan Investigasi Serangan Terhadap Personel UNIFIL
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan sikap tegas terkait situasi keamanan yang menimpa personel perdamaian di Lebanon.
Juru Bicara I Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan kalau Indonesia terus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menuntaskan investigasi menyeluruh atas insiden yang melibatkan pasukan UNIFIL.
"Terkait investigasi awal, kami mencatat hasil temuan sementara dan terus mendesak PBB untuk menuntaskan penyelidikan secara menyeluruh," ucap Yvonne pada agenda press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis, (30/4/2026).
Tuntut Akuntabilitas dan Proses Hukum
Selain investigasi internal PBB, Kemlu RI mendorong adanya langkah hukum yang konkret terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Yvonne menekankan pentingnya akuntabilitas dalam melindungi keselamatan personel internasional, termasuk prajurit asal Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut.
“Kami mendorong otoritas terkait untuk melakukan proses hukum terhadap para pelaku guna memastikan akuntabilitas atas kejahatan yang terjadi, baik terhadap personel pemelihara perdamaian maupun personel Indonesia,” sambungnya.
Dukungan Protes Resmi dan Peningkatan Keamanan
Kemlu RI juga menyatakan dukungan penuh atas langkah UNIFIL yang telah melayangkan protes resmi kepada pihak-pihak terkait di lapangan.
Mengingat eskalasi situasi yang terus meningkat, Kemlu meminta PBB untuk tidak tinggal diam dalam memperkuat sistem proteksi bagi para peacekeepers.
"Pemerintah juga terus mendesak PBB untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan guna menjamin keselamatan dan keamanan personel, khususnya yang bertugas di UNIFIL, mengingat situasi di lapangan yang masih mengalami eskalasi" paparnya.
Evaluasi Rutin Pasukan Indonesia
Terkait kondisi prajurit TNI yang bertugas di Lebanon, Yvonne memastikan kalau pemerintah melakukan pengawasan ketat.
"Kami akan terus mencermati dan mengevaluasi perkembangan situasi secara berkala terkait kondisi pasukan Indonesia yang bertugas di UNIFIL," pungkasnya.
Hingga saat ini, Indonesia tetap menjadi salah satu kontributor pasukan terbesar dalam misi UNIFIL, sehingga keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam diplomasi pertahanan dan luar negeri Indonesia. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
No cap, situasi di Lebanon lagi makin panas dan Indonesia nggak tinggal diam. Kemlu lewat Jubir Yvonne Mewengkang lagi nge-push PBB buat gercep selesaiin investigasi serangan ke pasukan perdamaian (UNIFIL) dan minta para pelakunya beneran kena konsekuensi hukum. Sebagai salah satu penyumbang pasukan terbesar, Indonesia mau security buat prajurit TNI di sana makin diperketat biar nggak cuma sekadar 'pantau', tapi beneran aman dari eskalasi yang ada. Protect our peacekeepers at all costs!













