Dirut KAI: Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Pelayanan, Tak Bedakan Gender!
astakom.com, Jakarta - Direktur Utama Bobby Rasyidin angkat bicara usai insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. Ia menegaskan, keselamatan penumpang jadi prioritas utama dan nggak ada ruang kompromi dalam hal ini.
Peristiwa nahas yang terjadi Senin (27/4/2026) itu menewaskan 15 penumpang KRL, sekaligus memicu perhatian publik soal sistem keamanan, termasuk posisi gerbong perempuan yang terdampak langsung di bagian ujung rangkaian.
"Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransi sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan laki-laki dan perempuan," ujar Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, dikutip dari siaran langsung Kemenhub Rabu, (29/4/2026).
Bobby juga menegaskan, selama ini KAI tidak pernah membedakan layanan berdasarkan gender. Semua penumpang punya hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan maksimal selama perjalanan.
Di tengah sorotan publik, kebijakan gerbong khusus wanita kembali jadi pembahasan, terutama setelah muncul usulan perubahan posisi menyusul dampak kecelakaan tersebut.
Alasan pemisahan
Bobby menjelaskan, keberadaan gerbong khusus wanita bukan sekadar formalitas, tapi punya tujuan jelas dari sisi perlindungan dan kenyamanan pengguna jasa.
"Selama ini kami melakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek pertama supaya tidak terjadi yang namanya arasment yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau wanita juga yang ketiga memberikan security lebih, karena lebih dekat dengan penjaga" Jelas Bobby.
Respons pemerintah
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menyampaikan bahwa proses pengecekan jalur rel dan fasilitas pendukung masih berlangsung pascakecelakaan.
"Berkaitan dengan penyelenggaraan KRL pada hari ini, insyaallah apabila telah diberikan clearance oleh KNKT, karena KNKT adalah pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan investigasi, apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi," kata Dudy.
Layanan terhenti
Akibat insiden tersebut, operasional KRL Commuter Line sempat diberhentikan sementara. Perjalanan menuju Cikarang dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi, sehingga mobilitas penumpang ikut terdampak.
Pemerintah bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi terus melakukan investigasi untuk memastikan standar keamanan terpenuhi sebelum layanan kembali normal.(deA/aRsp)











