Jakarta 'Mati Lampu' 25 April? Tenang, Ini Aksi Hari Bumi Bukan Blackout

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 25 April 2026 | 08:31 WIB
Jakarta 'Mati Lampu' 25 April? Tenang, Ini Aksi Hari Bumi Bukan Blackout
Jakarta 'Mati Lampu' 25 April? Tenang, Ini Aksi Hari Bumi Bukan Blackout (IG: divhubinterpolriofficial)

astakom.com, Jakarta - Sempat viral, Jakarta yang terlihat gelap pada Sabtu malam, (25/04/2026), ternyata bukan karena listrik bermasalah. Kondisi ini langsung ramai dibahas, apalagi sebelumnya sempat ada gangguan di beberapa wilayah, sehingga memicu asumsi terjadi blackout.

Namun faktanya, pemadaman tersebut merupakan aksi yang sudah dijadwalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bumi. 

Kegiatan ini jadi bagian dari kampanye penghematan energi sekaligus upaya menekan emisi karbon di ibu kota.

Pelaksanaan dilakukan serentak di berbagai titik strategis di lima wilayah Jakarta, dengan pengecualian pada fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan layanan kesehatan lainnya agar tetap beroperasi normal.

Waktu dan durasi

Pemadaman ini bersifat sementara dan telah ditentukan sebelumnya, sehingga tidak termasuk gangguan darurat. Pelaksanaannya dilakukan pada malam hari untuk memperkuat pesan simbolis penghematan energi.

Dilansir dari akun resmi di Instagram, @dkijakarta pada Jumat, (24/04/2026), pemadaman lampu dilaksanakan selama satu jam pada pukul 20.30 sampai dengan 21.30 WIB..

Lokasi pemadaman Jakarta

Cakupan pemadaman meliputi seluruh wilayah administratif Jakarta. Disitat dari unggahan akun @dkijakarta dan @dinaslhdkijakarta, aksi ini menyasar jalan protokol dan jalan arteri di lima wilayah kota.

Untuk Jakarta Pusat, pemadaman mencakup Jalan Sudirman (Dukuh Atas hingga Gedung Sampoerna Strategic), Jalan MH Thamrin, kawasan Medan Merdeka, Jalan Gerbang Pemuda hingga Jalan Asia Afrika, serta area Balaikota dan Kantor Wali Kota.

Di Jakarta Utara, titik yang terdampak meliputi Jalan Yos Sudarso, kawasan Kantor Wali Kota Jakarta Utara, serta Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara di Jakarta Timur mencakup Jalan Dr. Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan kompleks Kantor Wali Kota.

Untuk Jakarta Barat, pemadaman dilakukan di Jalan Daan Mogot, Jalan Kembangan Raya, serta area Kantor Wali Kota. Adapun di Jakarta Selatan mencakup Jalan Prapanca Raya, Jalan Gerbang Pemuda hingga Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman (Gedung Sampoerna Strategic hingga Patung Pemuda), kawasan Kantor Wali Kota, serta Jalan Rasuna Said.

Selain ruas jalan, unggahan tersebut juga menjelaskan bahwa pemadaman berlaku pada gedung pemerintah (kecuali fasilitas kesehatan) serta sebagian bangunan komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan apartemen.

Ikon kota terdampak

Dilansir dari unggahan yang sama, sejumlah simbol kota juga turut dipadamkan sebagai bagian dari aksi ini. Beberapa di antaranya meliputi Gedung Balaikota, Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, serta Patung Jenderal Sudirman.

Pemadaman pada ikon-ikon tersebut dilakukan sebagai bentuk simbolis bahwa seluruh elemen kota ikut berpartisipasi dalam gerakan penghematan energi. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Jadi, kalau sempat lihat Jakarta gelap kemarin, itu bukan karena listrik lagi error, tapi lagi ikut gerakan bareng buat bumi. Dari hal simpel kayak matiin lampu sejam, ternyata impact-nya real—bukti kalau aksi kecil kalau dilakukan bareng-bareng bisa jadi perubahan besar

Mati Lampu Jakarta Pemadaman Listrik pemprov dki jakarta Jakarta

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB