Setelah Penantian 13 Tahun! Pasutri Tangerang Akhirnya Berangkat Haji
astakom.com, Jakarta– Suasana haru mewarnai keberangkatan jemaah haji kloter pertama Indonesia di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Rabu (22/04/2026).
Di antara para calon jemaah, sepasang suami istri tampil mencolok dengan kacamata hitam yang dikenakan kompak, memancarkan kebahagiaan yang sulit disembunyikan.
Tim Astakom yang meliput langsung di bandara mendapati pasangan tersebut tengah bersiap menuju proses keberangkatan. Mereka adalah Rohaya (65), warga Pasir Jaya, Tangerang, bersama suaminya, Surnan.
Menunggu lebih dari satu dekade
Rohaya mengisahkan perjalanan panjangnya untuk bisa menunaikan ibadah haji. Ia menyebut, pendaftaran telah dilakukan sejak 2013 dan baru mendapat giliran tahun ini.
“Sudah menunggu 13 tahun, dari 2013” ucapnya singkat, menggambarkan lamanya antrean yang harus dilalui.
Kesempatan berangkat pada tahun ini menjadi momen yang sangat berarti setelah melewati masa tunggu yang tidak sebentar.
Menggunakan baju seragam dari yayasan dan mendapat gelang seragam dari haji
"bagus banget ini" ucapnya dengan tawa sumring.
Bekal dan dukungan keluarga
Menjelang keberangkatan, Rohaya menyiapkan berbagai kebutuhan penting. Ia memilih membawa perlengkapan sederhana yang dirasa cukup untuk menunjang aktivitas ibadah selama di Tanah Suci.
“Bawa baju secukupnya, makanan kering, rebon, mustopa dan obat dari dokter,” jelasnya.
Ia juga menceritakan momen kebersamaan bersama keluarga sebelum berangkat. Sehari sebelumnya, kerabat mengantar hingga ke asrama haji.
“Kemarin diantar keluarga,” katanya.
Biaya bertahap dan doa
Untuk dapat berangkat, Rohaya dan suami menyiapkan dana puluhan juta rupiah yang dibayarkan secara bertahap.
“Sekitar Rp54 sampai Rp58 juta, bayarnya tiga kali,” ungkapnya.
Sehari-hari, Rohaya bekerja sebagai karyawan di perusahaan industri Gajah Tunggal. Di tengah kebahagiaan ini, ia menyelipkan harapan bagi keluarganya.
“Semoga teman-teman saya yang di perusahaan bisa nyusul ke Tanah Suci, tetangga dan anak cucu bisa menyusul,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Perjalanan Rohaya dan Surnan menjadi potret kesabaran yang berbuah manis. Setelah penantian panjang, kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima akhirnya terwujud, membawa kebahagiaan yang tak tergantikan. (deA/aNs)













