ASEAN Update: Malaysia Gercep Amankan Minyak Rusia!
astakom.com, Jakarta – Malaysia bersama beberapa negara Asia Tenggara berupaya mengamankan pasokan minyak dari Rusia di tengah krisis energi yang disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang sudah berlangsung selama delapan pekan.
Diplomasi Sat Set: Petronas Mulai PDKT sama Rusia
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengungkapkan, perusahaan energi nasional Petronas bakal mulai bernegosiasi bersama Rusia buat memperoleh minyak demi menjamin kecukupan pasokan domestik.
Ia juga menekankan, beberapa negara Eropa dan Amerika yang dulu memberikan sanksi kepada Rusia sekarang justru berlomba-lomba untuk mendapatkan minyak dari negara itu.
"Untungnya, hubungan kita dengan Rusia tetap baik. Oleh karena itu, tim Petronas dapat bernegosiasi dengan mereka,” ucap Anwar melansir dari Channel News Asia pada Senin, (20/4/2026).
Eropa-AS Lewat, Malaysia Amankan Jalur Selat Hormuz
Anwar menyampaikan, langkah-langkah diplomatik cepat yang diambil oleh pihaknya adalah untuk memastikan kapal tanker minyak Malaysia. Termasuk yang pertama melewati jalur penting di Selat Hormuz dalam beberapa minggu terakhir.
Keberhasilan ini berkontribusi untuk menghindari gangguan signifikan pada rantai pasokan energi di Negeri Jiran.
"Alhamdulillah, satu kapal tanker minyak Petronas tiba dengan selamat di Kompleks Terintegrasi Pengerang (pada Jumat (17/4/2026). Pengiriman ke Pengerang sangat krusial karena proses pemurnian hanya bisa dilakukan di sana," ucapnya dilansir oleh Free Malaysia Today pada Senin, (20/4/2026).
Stock Aman Sampai Juni, Warga Nggak Perlu Panic Buying
Petronas sebelumnya menyampaikan kalau ketersediaan bahan bakar di seluruh stasiun pengisian di negara ini terjamin hingga akhir Juni, yang memperpanjang prediksi sebelumnya selama satu bulan.
Sebelumnya, sejumlah negara Asia Tenggara lainnya juga dilaporkan telah melakukan penelusuran atau menjalin kesepakatan untuk membeli minyak dari Rusia.
Indonesia Nggak Mau Kalah: Prabowo & Putin Deep Talk 5 Jam
Di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk memperkuat kolaborasi strategis di tengah perubahan dinamika global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, perjumpaan antara kedua pemimpin negara itu berlangsung selama lima jam, diawali dari sesi bilateral selama dua jam serta diskusi empat mata berdurasi tiga jam.
"Beberapa poin telah disepakati, termasuk kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral, seperti minyak dan gas, keamanan energi, dan hilirisasi,” ucap Teddy pada pernyataan tertulis.
Gen Z Takeaway
Intinya, Malaysia lagi mode survival yang cerdas banget. Di tengah ketegangan global yang makin chaos, mereka nggak mau ambil pusing soal drama sanksi barat dan lebih milih buat secure kebutuhan energi rakyatnya lewat jalur "jalur hijau" sama Rusia. Gak cuma Malaysia, Indonesia juga lagi main strategis—terbukti dari obrolan intens Pak Prabowo sama Putin yang vibes-nya bener-bener mau mastiin ketahanan energi kita aman buat jangka panjang. Self-care versi negara: amankan bensin dulu sebelum makin langka!













