Israel-Lebanon Akhirnya Sepakat Negosiasi Langsung
astakom.com, Jakarta – Israel dan Lebanon setuju untuk mengadakan negosiasi langsung setelah kedua pihak melakukan perbincangan yang dianggap "produktif" di Washington, Amerika Serikat (AS), Selasa (14/4/2026).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan kalau pertemuan itu merupakan dasar penting untuk hubungan antara kedua pihak yang sedang berseteru.
"Kedua pihak mengadakan diskusi produktif tentang langkah-langkah menuju peluncuran negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dikutip oleh astakom pada Rabu, (15/4/2026).
Diskusi 2 Jam di Washington Berakhir 'Produktif'
Dia menyatakan kalau semua pihak yang terlibat telah sepakat untuk memulai pembicaraan itu dalam waktu yang segera.
"Semua pihak setuju untuk meluncurkan negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disepakati bersama," sambungnya, dilansir dari AFP Rabu, (15/4/2026).
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah delegasi Israel dan Lebanon melakukan diskusi selama lebih dari dua jam, yang dimediasi bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter, dan Duta Besar AS untuk Lebanon Micel Issa sebagai penghubung.
AS Dukung Lebanon Pulihkan Kedaulatan
Pemerintah AS mengapresiasi kemajuan ini dan menyebutnya sebagai pencapaian bersejarah bagi Israel dan Lebanon.
Selain men support proses dialog, AS juga menekankan kedaulatan pemerintah Lebanon.
"AS mengucapkan selamat kepada kedua negara atas tonggak bersejarah ini dan menyatakan dukungannya untuk pembicaraan lebih lanjut, serta bagi rencana pemerintah Lebanon untuk memulihkan monopoli penggunaan kekuatan dan mengakhiri pengaruh Iran yang berlebihan," ucap Pigott.
"Termasuk rencana pemerintah Lebanon untuk memulihkan monopoli kekuatan dan mengakhiri pengaruh Iran yang berlebihan," sambungnya.
Jalur Tunggal: Perjanjian Damai Wajib Lewat Perantara AS
Selanjutnya, Washington menekankan kalau perjanjian damai perlu dilakukan secara resmi antar-pemerintah dengan perantara AS.
"AS menegaskan bahwa setiap perjanjian untuk menghentikan permusuhan harus dicapai antara kedua pemerintah, diperantarai oleh AS, dan tidak melalui jalur terpisah lainnya," jelas Pigott.
Lebanon terlibat dalam konflik AS-Iran di seluruh kawasan sejak 2 Maret, setelah Hizbullah yang pro-Teheran menyerang Israel.
Sejak waktu itu, serangan Israel telah merenggut nyawa lebih dari 2.000 orang dan membuat lebih dari satu juta orang mengungsi.(nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
POV: When the toxic feud finally moves to the negotiation table. Berita ini beneran big win buat kemanusiaan karena akhirnya Israel dan Lebanon mau ngobrol langsung tanpa perantara yang ribet. Setelah ribuan nyawa melayang dan jutaan orang kehilangan rumah, harapan buat "damai" nggak cuma jadi wacana lagi. It’s giving major 'diplomacy over war' vibes! Semoga aja negosiasi ini nggak cuma sekadar formalitas, tapi beneran bisa bikin situasi di sana balik stabil. Manifesting no more war!













