Mengenal Kandungan B50, Bahan Bakar Campuran yang Sedang Diuji di Indonesia

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Senin, 6 April 2026 | 13:09 WIB
Mengenal Kandungan B50, Bahan Bakar Campuran yang Sedang Diuji di Indonesia
Mengenal kandungan B50, bahan bakar campuran yang sedang diuji di Indonesia (astakom/Kolase foto Aprobi/Freepik)

astakom.com, Jakarta — Program bahan bakar ramah lingkungan B50 mulai menjadi sorotan seiring upaya pemerintah mendorong transisi energi berbasis nabati. Saat ini, B50 masih dalam tahap pengujian, namun disebut sebagai langkah lanjutan setelah implementasi B40.

Di balik istilahnya, B50 memiliki komposisi yang secara langsung memengaruhi karakter bahan bakar hingga kebijakan energi nasional.

Kandungan B50: 50 persen biodiesel dan 50 persen solar fosil

Komposisi B50 menjadi poin utama dalam pembahasan bahan bakar ini.

Dilansir dari Solar Indonesia pada Minggu (22/10/2025) Biodiesel B50 adalah campuran bahan bakar diesel yang terdiri dari 50% biodiesel (biasanya FAME atau kombinasi FAME–HVO) dan 50% diesel fosil.

Sementara itu, dilansir dari Tempo pada Minggu, B50 dijelaskan sebagai bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen biodiesel dan 50 persen bahan bakar diesel konvensional.

Biodiesel dalam campuran tersebut berasal dari bahan baku nabati seperti minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) maupun limbah minyak goreng yang diolah melalui proses kimia menjadi bahan bakar.

Penjelasan arti B50 versi penemerhati otomotif

Penjelasan mengenai istilah B50 disampaikan oleh Fitra Eri. Dikutip dalam unggahan di Facebook BTV pada Minggu (5/4/2026), ia mengatakan,

“jadi B ini dari Bio Diesel kita sebenernya sudah punya bio diesel dalam bentuk bio solar.” ujarnya

Ia juga menjelaskan bahwa angka dalam B50 menunjukkan persentase campuran bahan bakar.

“B30 B40 B50 itu sebenarnya menentukan presentasi volume dari bahan bakar kalau B50 itu artinya 50% dari bahan bakarnya tuh bukan dari bahan bakar fosil tapi dari bahan bakar nabati yang dihasilkan dari minyak kelapa sawit.”

“jadi untuk B50 50% antara bahan bakar fosil dan bahan bakar nabati adalah campuran yang dimasukkan ke bahan bakar diesel supaya dengan volume yang sama kita mengurangi bahan bakar fosil tapi menggunakan energi baru terbarukan dari tumbuhan dari kelapa sawit.” Lanjutnya.

Dampak komposisi terhadap karakter bahan bakar

Peningkatan kadar biodiesel dalam campuran B50 turut memengaruhi sifat bahan bakar.

Dilansir dari Solar Indonesia pada Minggu (5/4/2026), perubahan komposisi dapat berdampak pada viskositas, densitas, hingga nilai kalor bahan bakar.

Sementara itu, dilansir dari media pada Minggu, “B50 diklaim bisa meningkatkan sifat pelumasan mesin sehingga dapat memperpanjang umur mesin diesel.”

Status uji coba dan tujuan implementasi

Program B50 saat ini masih dalam tahap pengujian oleh pemerintah.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan, “Kapan mandatory B50? sekarang sedang diuji, dites, nanti mohon bantuan juga dari sektor transportasi untuk bersama-sama.”

Dari sisi kebijakan, B50 ditargetkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan, “B50 itu tahun ini tidak impor solar… itu 5,3 juta ton dari CPO kita jadikan biofuel.”

Apa itu B50

B50 adalah bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis nabati dan 50 persen solar fosil. Komposisi ini menunjukkan upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dengan menggantinya sebagian menggunakan energi terbarukan.

Meski memiliki potensi dalam mendukung ketahanan energi dan menekan emisi, implementasi B50 masih memerlukan pengujian serta kesiapan teknis sebelum diterapkan secara luas di Indonesia. (deA/aRsp)

Gen Z takeaway

B50 bisa dipahami sebagai bahan bakar diesel dengan komposisi campuran setengah energi fosil dan setengah energi nabati. Dengan konsep ini, penggunaan bahan bakar tetap sama, namun ketergantungan terhadap energi fosil mulai dikurangi. Meski terlihat sebagai solusi transisi energi, penerapannya masih membutuhkan kesiapan teknologi, infrastruktur, dan pengujian sebelum digunakan secara luas.

Bahan Bakar Bahan Bakar Nabati bahan bakar alternatif B50

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB