RI–Korea Selatan Gaspol Bangun Ekosistem Digital, Dari 5G sampai AI!
astakom.com, Techno – Indonesia mulai membangun fondasi besar untuk masa depan digital lewat kerja sama strategis dengan Korea Selatan.
Nggak cuma soal internet cepat, kolaborasi ini juga menyasar penguatan AI, keamanan data, hingga talenta digital kombo penting buat bersaing di era teknologi global.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dan Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan pada 1 April 2026 di Seoul jadi titik awal akselerasi tersebut.
5G Jadi tulang punggung infrastruktur digital
Dilansir dari unggahan resmi Komdigi di Instagram, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan infrastruktur digital, termasuk pengembangan jaringan 5G.
Komdigi menyebut bahwa “infrastruktur digital, termasuk jaringan 5G” menjadi bagian penting dalam kolaborasi ini untuk mendukung konektivitas berkecepatan tinggi di Indonesia.
Dengan 5G, kecepatan internet bisa meningkat signifikan dengan latensi lebih rendah, yang artinya akses layanan seperti telemedicine, pembelajaran online, hingga bisnis digital bisa berjalan lebih real-time dan stabil.
Langkah ini penting karena Indonesia masih menghadapi tantangan konektivitas di berbagai wilayah, sehingga pengembangan jaringan generasi terbaru jadi kunci pemerataan akses digital.
Internet lebih stabil & data lebih aman
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang supaya manfaatnya langsung terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jaringan digital, termasuk pengembangan teknologi komunikasi generasi berikutnya. Masyarakat akan merasakan koneksi internet yang lebih stabil untuk sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan usaha,” ujarnya.
Selain konektivitas, aspek keamanan data juga jadi perhatian utama.
“Internet harus lebih stabil untuk belajar dan bekerja. Data pribadi harus lebih aman. Layanan publik harus lebih mudah diakses,” tegas Meutya.
Belajar dari Korea: benchmark teknologi Asia
Indonesia nggak asal pilih partner. Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan internet tercepat dan adopsi teknologi paling maju di dunia.
Media seperti Yonhap News Agency dan The Korea Herald sering menyoroti bagaimana Korea mengembangkan 5G secara masif dan mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari smart city hingga layanan kesehatan.
Kolaborasi ini jadi kesempatan Indonesia buat “belajar langsung” dari ekosistem digital yang sudah matang, termasuk dalam pemanfaatan komputasi berperforma tinggi (high-performance computing).
Talenta digital & AI jadi game changer
Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia juga jadi fokus utama. Program pelatihan, beasiswa, dan pertukaran tenaga ahli akan digelar untuk mencetak talenta digital baru.
“Talenta digital menjadi kunci. Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna,” kata Meutya.
AI juga didorong untuk masuk ke sektor nyata seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan, supaya teknologi benar-benar jadi solusi, bukan sekadar tren.













