Indonesia Tuntut Penyelidikan PBB Soal 3 TNI Gugur, Bantah Alasan Israel!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 1 April 2026 | 15:15 WIB
Indonesia Tuntut Penyelidikan PBB Soal 3 TNI Gugur, Bantah Alasan Israel!
Indonesia Tuntut Penyelidikan PBB Soal 3 TNI Gugur, Bantah Alasan Israel! (Astakom / Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations)

astakom.com, Jakarta –Indonesia menyatakan protes tegas kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setelah tiga anggota TNI yang bertugas dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meninggal dunia.

Pada rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB, Wakil Tetap Republik Indonesia buat PBB, Umar Hadi, menuntut adanya penyelidikan mandiri oleh PBB dan menolak berbagai macam sebab dari pihak Israel.

Indonesia Mode Serius: Tuntut Investigasi Independen PBB, Tolak Dalih Israel

"Saya ingin mempertegas, kami menuntut investigasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan dalih dari Israel," ucap Dubes Umar Hadi, dilansir dari UN Web TV, Rabu,(1/4/2026).

"Biar saya perjelas, kami menuntut penyelidikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan sekadar alasan-alasan dari Israel,” jelas Umar Hadi.

Indonesia turut menuntut DK PBB buat terus kawal proses penyelidikan dan langsung meneruskan hasil dari investigasi tersebut.

No Impunity! RI Desak Pertanggungjawaban Hukum atas Serangan UNIFIL

Lebih lanjut, Indonesia menekankan kalau pelaku pada serangan wajib mempertanggungjawabkan hukum dan gak boleh ada impunitas pada kasus serangan atas pasukan penjaga perdamaian.

"Kami menuntut agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Kekebalan hukum tidak boleh menjadi standar, dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak boleh terulang maupun ditoleransi," jelas Dubes Umar Hadi.

Indonesia juga menuntut adanya kepastian yang jelas dari semua pihak yang terlibat dalam konflik, termasuk Israel, untuk mematuhi kewajiban sesuai hukum internasional, menghentikan serangan dan tindakan agresif yang mengancam personel serta fasilitas PBB, serta menahan diri dari langkah langkah yang dapat memperburuk eskalasi konflik.

Indonesia mengungkapkan rasa sedih dan kemarahan terhadap insiden itu. Dalam forum Dewan Keamanan, Umar Hadi menekankan bahwa serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian adalah pelanggaran berat hukum internasional.

"Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka, kemarahan, dan frustrasi yang mendalam atas serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia,” ucapnya.

Umar juga berpendapat bahwa peningkatan kekerasan di Lebanon berkaitan erat dengan serangkaian serangan militer Israel yang terus-menerus melanggar kedaulatan negara itu.

"Serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon telah menjadi pemicu utama eskalasi ini,” ucap Umar Hadi.

Tiga Tuntutan Utama: Dari Pemulangan Jenazah hingga Hentikan Eskalasi
Pada pertemuan darurat tersebut, Indonesia mengajukan tiga permintaan utama. Pertama, pengembalian jenazah tiga prajurit yang jatuh dengan cepat, aman, dan bermartabat, serta perawatan medis terbaik untuk lima prajurit yang terluka.

“Kami menuntut pemulangan jenazah para prajurit kami secara bermartabat, serta perawatan terbaik bagi yang terluka,” ucapnya.

Kronologi Tragis: Gugurnya Tiga Ksatria Penjaga Perdamaian di Lebanon
Sebelumnya, tiga anggota TNI yang berada dalam Satgas Konga XXIII-S di bawah misi UNIFIL tewas di Lebanon Selatan akibat meningkatnya konflik pada akhir Maret 2026.

Insiden yang pertama berlangsung pada Senin, (30/3/2026,) mengakibatkan Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat ledakan proyektil di sekitar pos jaga. Pada keesokan harinya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan juga jatuh sebagai korban setelah kendaraan logistik yang mereka jaga mengalami ledakan dalam serangan terhadap konvoi.

Gen Z Takeaway
​Honestly, Indonesia beneran lagi nampilin boss energy di DK PBB. Kita nggak cuma sekadar "turut berduka", tapi langsung gaspol nuntut investigasi tuntas dan nolak semua alasan dari pihak Israel. Bayangin, personel TNI kita di sana itu buat jaga perdamaian dunia, jadi kalau sampai mereka ditargetin, itu beneran huge red flag dan melanggar hukum internasional banget. Kita harus dukung penuh langkah pemerintah buat mastiin nggak ada impunity bagi pelakunya. Respect setinggi-tingginya buat para ksatria kita yang gugur, perjuangan diplomasi ini harus dikawal sampai tuntas!

DK PBB 2026 PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentara Nasional Indonesia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB