DK PBB Bahas Serangan ke UNIFIL, Pertegas Perlindungan Pasukan Perdamaian

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 1 April 2026 | 13:50 WIB
DK PBB Bahas Serangan ke UNIFIL, Pertegas Perlindungan Pasukan Perdamaian
DK PBB Bahas Serangan ke UNIFIL, Pertegas Perlindungan Pasukan Perdamaian (Astakom / Ilustrasi Gedung PBB Gemini)

astakom.com, Jakarta –Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan di New York pada Selasa, (31/3/2026) untuk membahas serangan mematikan terhadap pasukan penjaga perdamaian, termasuk insiden yang mengakibatkan tewasnya prajurit TNI, dengan perhatian utama pada penguatan dukungan dan perlindungan bagi para penjaga perdamaian di lapangan.

Pertemuan yang diadakan di Markas Besar PBB itu menjadikan isu keamanan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sebagai fokus utama, seiring dengan meningkatnya ancaman di tengah eskalasi konflik di selatan Lebanon.

Situasi Blue Line Lebanon Memburuk Drastis

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengingatkan bahwa keadaan di lapangan telah “menjadi lebih buruk secara signifikan” akibat peningkatan konflik antara Israel dan Hizbullah di sepanjang Blue Line.

Lacroix menyatakan bahwa intensitas pertempuran meningkat tajam akibat pertempuran darat yang keras dan serangan udara yang mencapai tingkat yang belum pernah ada sebelumnya.

Pasukan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dikabarkan telah melaju sejauh 11 kilometer ke dalam wilayah Lebanon dan menguasai beberapa kawasan di utara Blue Line.

"Situasi telah memburuk secara berbahaya dengan eskalasi yang terus berlangsung,” ucapnya di hadapan Dewan Keamanan PBB,dikutip oleh astakom pada Rabu, (1/4/2026).

Ia juga menunjukkan kalau penderitaan warga sipil semakin bertambah sejalan dengan meluasnya konflik.

Gugurnya 3 Personel TNI dalam Misi Perdamaian

Tapi, yang menjadi fokus utama pada pertemuan ini adalah bertambahnya ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB.

Pada laporan untuk Dewan Keamanan, Lacroix menyatakan kalau UNIFIL juga mengalami korban jiwa.

Tiga penjaga perdamaian, termasuk tentara TNI, meninggal dalam dua kejadian terpisah dalam rentang waktu 24 jam.

PBB Tegaskan Pasukan Helm Biru Bukan Target!
"Perkembangan tragis ini seharusnya tidak terjadi. Peacekeeper tidak boleh menjadi target,” jelas Lacroix.

Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati hukum internasional dan menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian setiap saat.

DK PBB Desak Perlindungan Ekstra buat UNIFIL
Pada pertemuan itu, Lacroix juga menyoroti bahwa dukungan Dewan Keamanan PBB terhadap UNIFIL adalah elemen yang sangat penting di tengah kondisi yang semakin berisiko.

“Dukungan kuat dan terpadu dari Dewan Keamanan bukan hanya penting, tetapi sangat diperlukan,” ucapnya.

Gen Z Takeaway
​Honestly, kabar soal gugurnya 3 personel TNI di Lebanon ini beneran bikin sedih sekaligus geram. Pasukan perdamaian itu ada di sana buat jaga stabilitas, tapi malah jadi target serangan—yang jelas-jelas red flag parah dalam hukum internasional. DK PBB sekarang lagi mode serius buat neken semua pihak supaya stop nargetin helm biru. Kita butuh aksi nyata, bukan cuma sekadar pernyataan prihatin, karena keselamatan nyawa prajurit kita yang lagi bertugas di luar negeri itu harganya mahal banget dan nggak bisa ditawar!

DK PBB 2026 PBB Tentara Nasional Indonesia unifil

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB