WFH Mau Diterapkan! Infrastruktur Digital Dikebut Biar Nggak Lemot
astakom.com, Techno – Rencana kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) mulai mengerucut. Pemerintah tengah mematangkan skema ini sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional di tengah tekanan global.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur digital jadi sorotan utama. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan jaringan internet di Indonesia tetap stabil dan siap menghadapi lonjakan aktivitas daring jika WFH resmi diterapkan.
Lewat Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, penguatan jaringan terus dilakukan—mulai dari peningkatan kualitas layanan hingga perluasan jangkauan konektivitas di berbagai daerah.
Infrastruktur digital dipastikan siap
Kemkomdigi menegaskan bahwa penguatan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas kerja berbasis digital tetap lancar tanpa hambatan.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan koordinasi teknis dengan operator terus diintensifkan.
“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, kami secara proaktif melakukan koordinasi teknis bersama para penyelenggara layanan untuk mengoptimalkan seluruh pilar infrastruktur, mulai dari jaringan backbone, backhaul, hingga akses dan pusat data.” Ujar Wayan Toni dikutip pada media pada Selasa, (31/3/2026).
Selain itu, Kemkomdigi juga melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap kualitas layanan telekomunikasi agar pengalaman pengguna tetap optimal saat trafik meningkat.
Jaringan luas jadi modal utama
Dari sisi kesiapan, infrastruktur digital Indonesia saat ini sudah tergolong kuat untuk mendukung skema WFH.
Data per 30 Maret 2026 menunjukkan:
- Lebih dari 613 ribu site jaringan 4G
- Sekitar 16 ribu site jaringan 5G
- Jaringan fiber optik telah menjangkau hampir 98 persen kabupaten/kota
Cakupan ini menjadi fondasi penting agar komunikasi daring tetap stabil, baik untuk kebutuhan kerja, koordinasi, maupun layanan publik berbasis digital.
WFH didorong sebagai strategi hemat energi
Dorongan kebijakan WFH datang langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar dan mengantisipasi dampak krisis global.
Pemerintah pun tengah menggodok skema kerja fleksibel tersebut. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengindikasikan pengumuman resmi akan segera dilakukan.
“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului.” Ungkap Tito dikutip dari media pada Selasa, (31/3/2026).
Sementara itu, skema yang dipertimbangkan adalah penerapan 1 hari WFH dalam 5 hari kerja, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta imbauan bagi sektor swasta.













