Tak Sekadar Kelola Sampah, Jatim Ubah Limbah Jadi Listrik

Editor: A Cuwantoro
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:53 WIB
Tak Sekadar Kelola Sampah, Jatim Ubah Limbah Jadi Listrik
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) meneken perjanjian kerja sama (PKS) pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama tujuh kepala daerah di wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya. Penandatanganan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3). (astakom/ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim).

astakom.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menjalin kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam, disaksikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Khofifah menegaskan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengubah persoalan sampah menjadi potensi energi baru terbarukan. “Kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah. Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi,” ujarnya dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Jawa Timur. “Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim,” kata Khofifah.

Sinergi Lintas Daerah
Menurutnya, implementasi proyek PSEL membutuhkan sinergi lintas daerah, sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional. Di kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Lokasi pembangunan direncanakan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Sementara itu, Malang Raya juga memenuhi syarat dengan total pasokan mencapai 1.138,9 ton per hari dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Proyek PSEL di wilayah ini direncanakan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Khofifah memastikan pemerintah provinsi akan mengawal pelaksanaan kerja sama ini secara optimal. “Pemprov akan terus melakukan koordinasi, monitoring, dan evaluasi, serta memfasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah secara akuntabel dan transparan,” ujarnya.

Apresiasi dari Menteri Hanif Faisol
Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi capaian Jawa Timur dalam pengelolaan sampah yang dinilai tertinggi secara nasional. “Jawa Timur mencatatkan capaian pengelolaan sampah sebesar 52,7 persen. Ini tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi, bahkan nasional yang baru 24,95 persen,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pengelolaan lingkungan di daerah. “Artinya, apa yang dilakukan Jawa Timur ini melampaui capaian nasional. Ini prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Hanif, seraya mendorong daerah lain menjadikan Jawa Timur sebagai rujukan dalam pengelolaan sampah, termasuk dalam mengurangi praktik pembuangan terbuka (open dumping).

Gen Z Takeaway

Intinya, Jawa Timur lagi naik level, sampah nggak cuma dibuang, tapi diubah jadi listrik lewat proyek PSEL. Khofifah Indar Parawansa pengen buktiin kalau masalah bisa jadi peluang, apalagi capaian pengelolaan sampahnya udah di atas rata-rata nasional. Jadi, ini bukan sekadar urusan sampah, tapi langkah serius menuju energi bersih dan lingkungan yang lebih sehat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Kota Malang Limbah Sampah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB