Pemudik Jateng Diminta Tak Ajak Keluarga ke Perantauan Tanpa Kepastian Kerja
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau para pemudik yang kembali ke perantauan agar tidak membawa keluarga atau kerabat, terutama jika belum memiliki kepastian pekerjaan di kota tujuan seperti Jakarta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Azis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas kesempatan kerja di dalam wilayah. Ia menegaskan komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dalam menarik investasi untuk membuka lapangan kerja baru.
Iklim Investasi di Jateng
Menurut Azis, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun dengan total 105.078 proyek. Capaian tersebut berdampak pada penyerapan tenaga kerja hingga 418.138 orang, terutama di sektor padat karya."Pak Gubernur itu selalu komitmen besar untuk membuka lapangan kerja. Beliau marketing handal untuk bawa investasi ke Jateng, terbukti realisasinya kan tinggi [2025], utamanya sektor padat karya yang perlu banyak pekerja," kata Azis saat memberikan keterangan terkait perkembangan Posko Aduan THR Lebaran 2026, Kamis (26/3).
Ia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal melalui berbagai program pelatihan. Lembaga seperti sekolah vokasi, perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dilibatkan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.
Selain untuk kebutuhan dalam negeri, pelatihan tersebut juga ditujukan bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).
"Pak Gubernur juga tak melarang warga Jateng yang ingin kerja di luar. Karena pada dasarnya, bekerja itu pilihan mau di mana saja. Namun pemerintah, siap berikan fasilitas," sambungnya.
Imbauan Gubernur
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi secara langsung mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengambil keputusan merantau. Ia menekankan pentingnya memiliki kepastian kerja sebelum membawa anggota keluarga ke kota besar."Masyarakat kita yang kembalinya tidak ke Jateng, tak usah bawa keluarga atau orang lain selama tidak punya kepastian kerja," pesan Luthfi usai Salat Id di Masjid Baiturrahman Semarang, Sabtu (21/3).
Luthfi juga mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan peluang kerja di daerah sendiri. Ia memastikan pemerintah provinsi bersama seluruh kepala daerah di 35 kabupaten/kota siap mendukung penciptaan lapangan kerja bagi warga.
"Kerja saja di Jateng, insya Allah, bupati/wali kota, termasuk provinsi, akan ngopeni," ujarnya.













