Roblox Perketat Akses Anak di Indonesia, Ikuti Aturan Komdigi soal Batas Usia
astakom.com, Jakarta - Platform game global Roblox Corporation mulai memperketat sistem keamanan untuk pengguna anak di Indonesia.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah terkait perlindungan anak di ruang digital, khususnya pembatasan usia di bawah 16 tahun.
Penyesuaian kebijakan ikuti regulasi pemerintah
Langkah ini sejalan dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital yang mendorong platform digital meningkatkan perlindungan terhadap anak.
Sejumlah laporan media menyebutkan, Roblox akan menghadirkan fitur tambahan yang membatasi interaksi, akses konten, hingga sistem verifikasi usia bagi pengguna remaja.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman bagi pengguna muda, termasuk dengan memperkuat kontrol orang tua dan pembatasan konten,” demikian pernyataan resmi Roblox dikutip dari berbagai rilis globalnya pada Rabu, (25/3/2026).
Fitur keamanan diperketat untuk pengguna di bawah 16 tahun
Dalam kebijakan terbarunya, pengguna berusia di bawah 16 tahun akan mendapatkan pembatasan lebih ketat, mulai dari akses komunikasi hingga jenis pengalaman (game) yang dapat dimainkan.Selain itu, fitur parental control juga diperluas agar orang tua bisa memantau aktivitas anak secara lebih detail.
Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya jumlah pengguna muda di platform tersebut, termasuk di Indonesia.
Dorongan regulasi perlindungan anak di ruang digital
Pemerintah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memang semakin aktif memperkuat regulasi perlindungan anak di internet.
Salah satunya melalui kebijakan yang mengatur batas usia serta tanggung jawab platform digital dalam menjaga keamanan pengguna.
Aturan ini menjadi respons atas meningkatnya kekhawatiran terkait paparan konten tidak sesuai usia, interaksi dengan orang asing, hingga risiko eksploitasi di platform online.
Dengan adanya kebijakan ini, platform seperti Roblox dituntut tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga memastikan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.
Respons dan Dampak ke pengguna
Sejumlah kalangan menilai langkah ini sebagai upaya positif, meski berpotensi mengubah pengalaman bermain bagi sebagian pengguna.
Namun demikian, pendekatan ini dianggap sebagai bagian dari tren global di mana platform digital mulai lebih ketat dalam mengatur akses pengguna anak.













