Leader Mode On! Filipina Bakal Majukan Kesepakatan BBM se-ASEAN
astakom.com, Jakarta - Kepemimpinan Filipina dalam ASEAN tahun ini membuka peluang untuk mengembangkan mekanisme berbagi bahan bakar regional di tengah ketidakpastian pasokan minyak dunia, ujar Senator Francis Escudero pada Selasa, (24/3/2026)
Melansir dari Philippine News Agency pada Selasa (24/3/2026)- Escudero meminta pemerintah untuk mendorong penyelesaian Perjanjian Keamanan Minyak Bumi ASEAN (APSA), suatu kerangka yang direncanakan untuk memungkinkan negara-negara anggota menyediakan minyak bumi kepada negara tetangga yang mengalami kekurangan minimal 10 persen dalam kebutuhan bahan bakar dalam negeri.
Kepemimpinan Filipina dalam ASEAN
Senator itu menyatakan kalau Filipina berada dalam "kedudukan krusial" untuk memimpin usaha peningkatan keamanan energi kawasan karena harga minyak terus berubah akibat ketegangan geopolitik yang terus berlangsung"Dengan mempercepat penyelesaian APSA, ASEAN dapat membangun mekanisme sendiri untuk pasokan bahan bakar darurat, yang diaktifkan ketika negara anggota mengalami kekurangan setidaknya 10 persen,” ucap Escudero.
Mendorong Perjanjian Keamanan Minyak Bumi ASEAN (APSA)
APSA berfokus pada menstabilkan pasokan energi, mencegah gangguan ekonomi, serta memperkuat ketahanan kolektif ASEAN dalam masa krisis, mirip dengan mekanisme pembagian bahan bakar yang digunakan oleh negara-negara anggota Badan Energi Internasional.Peran Negara Penghasil Minyak di ASEAN
Escudero menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN yang memproduksi minyak seperti Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia akan berperan penting dalam menjamin ketersediaan serta pengiriman pasokan bahan bakar darurat saat diperlukanIa menyoroti signifikansi respons regional yang terkoordinasi karena ketegangan di Timur Tengah terus berdampak pada pasar minyak global
Solidaritas ASEAN dalam Krisis Energi
"Kita harus bertindak sebagai satu ASEAN,” ucapnya.Escudero menyatakan kalau kepemimpinan Filipina adalah peluang untuk memimpin wilayah ini menuju ketahanan energi yang lebih baik dan kolaborasi yang lebih solid dalam menghadapi guncangan dari luar
"Ini adalah kesempatan kita untuk memimpin ASEAN menuju ketahanan energi… dengan solidaritas dan tujuan bersama,” ucapnya.












