astakom.com, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir.
Dalam laporan peningkatan kinerja aset yang melonjak signifikan menunjukkan tingkat pengembalian aset atau Return on Asset (ROA) meningkat 300 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Presiden Prabowo mengapresiasi capaian kinerja Danantara itu dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara di Wisma Danantara Indonesia, beberapa hari lalu.
“Saya dapat laporan, saya cukup gembira. Return on asset satu tahun, 2025 dibandingkan tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik,” kata Presiden Prabowo di Wisma Danantara Indonesia, dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Manajemen Terpusat Efektif
Menurutnya peningkatan dan pencapaian itu membuktikan kalau langkah pemerintah membentuk Danantara untuk mengonsolidasikan pengelolaan perusahaan negara ada di jalur yang tepat.
Prabowo menilai meningkatnya kinerja perusahaan milik negara, yang sebelumnya terdiri dari berbagai entitas, dapat dicapai melalui penerapan manajemen yang terpusat.
“Ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini, bahwa tidak mungkin satu manajemen yang baik kalau tidak berada dalam satu kendali, satu tangan, dan satu manajemen,” katanya.
Anak cucu BUMN banyak
Prabowo sempat mengira jumlah perusahaan negara yang harus dikelola sekitar 250 entitas. Tapi ternyata jumlahnya mencapai lebih dari seribu perusahaan jika termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
“Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, tetapi lebih dari seribu perusahaan. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia bahwa satu manajemen bisa mengelola seribu entitas,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengungkapkan sejarah berdirinya perusahaan negara sejak awal kemerdekaan, dengan tujuan membangun industri strategis nasional mulai dari bidang tekstil, kertas, sampai farmasi.
Namun, banyak BUMN berkembang dan membentuk lebih banyak anak perusahaan.
Danantara tingkatkan efisiensi pengelolaan aset negara
Ia memberikan contoh PT Pertamina (Persero), yang disebut punya sekitar 200 keturunan. Prabowo berpendapat bahwa konsolidasi manajemen melalui Danantara diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan aset negara.
“Anehnya lagi, ada peraturan yang lebih aneh: kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” jelas Presiden.
Dengan kondisi itu, makanya Presiden Prabowo yakin kalau kehadiran Danantara jadi langkah yang tepat terutama buat mengamankan aset negara yang besar dan tersebar di berbagai BUMN.
Capaian harus ditingkatkan lagi
Meski begitu, menurutnya capaian saat ini masih jauh dari target ideal yang dipatok pemerintah. Seharusnya tingkat pengembalian aset minimal 10 persen per perusahaan.
“Perusahaan yang baik, return on asset-nya harus minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus, yaitu 10 persen,” katanya.
Prabowo juga mengatakan bahwa Danantara dapat menyumbang sekitar US$50 miliar atau sekitar Rp800 triliun per tahun kepada negara jika pengembalian asetnya hanya mencapai 5%.
Makanya pimpinan Danantara diminta untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara ke depannya.
“Pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh. Tapi tidak mengapa. Saya yakin dan percaya, kunci dari manajemen yang baik adalah di hati dan di jiwa,” pungkasnya.

