Tingkatkan Pelayanan Jemaah, Wamenhaj Serukan Budaya Kerja Baru!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 6 Juli 2026 | 20:20 WIB
Tingkatkan Pelayanan Jemaah, Wamenhaj Serukan Budaya Kerja Baru!
Tingkatkan Pelayanan Jemaah, Wamenhaj Serukan Budaya Kerja Baru! [Kemenhaj]

astakom.com, Jakarta – Keberhasilan transformasi ibadah haji rupanya tidak semata-mata bergantung pada perbaikan regulasi dan sistem. Jauh di balik itu, perubahan budaya kerja yang mengutamakan integritas serta kemaslahatan jamaah menjadi kunci utama. Semangat pembenahan inilah yang jadi prioritas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Haji 1447 H/2026 M. Forum ini menjadi pijakan penting untuk merancang pelayanan haji yang lebih profesional, efektif, dan sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan jamaah.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan pengarahan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin (05/07/2026).

Dalam forum Evaluasi Rakernas Ibadah Haji tersebut, ia memberikan motivasi bertema "Bekerja Secara Profesional, Efektif, dan Terpercaya untuk Kesejahteraan Jemaah Haji" guna memacu performa seluruh jajaran.

Fokus pada budaya baru

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj menggarisbawahi kalau transformasi di Kementerian Haji dan Umrah tidak boleh hanya pada tataran kelembagaan saja. Lebih dari itu, perubahan tersebut harus menyentuh aspek mendasar seperti pola pikir, budaya kerja, hingga komitmen kuat dari seluruh jajaran Kemenhaj demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi para jamaah.

"Kemenhaj harus benar-benar baru. Mari kita mulai tradisi baru dan budaya kerja yang baru dan lebih baik. Meskipun kita berasal dari institusi yang berbeda, tujuan kita hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji Indonesia," ucap Dahnil dikutip oleh astakom pada Senin, (6/7/2026).

Jaga integritas, stop komodifikasi

Dahnil mengingatkan kalau wajah baru Kementerian Haji harus kokoh berdiri di atas fondasi integritas. Baginya, amanah untuk mengelola ibadah haji merupakan sebuah tanggung jawab besar yang wajib dijaga secara kolektif. Hal tersebut hanya bisa diwujudkan lewat tata kelola lembaga yang profesional, transparan, serta akuntabel.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterbukaan dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji serta mengingatkan agar seluruh proses bersih dari segala bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat.

"Jika ada KBIH, perusahaan perjalanan, atau siapa pun yang memperlakukan jemaah haji sebagai komoditas, maka itu akan menjadi perhatian serius kami. Tugas kami adalah memastikan bahwa jemaah menerima pelayanan yang aman, nyaman, dan bermartabat," jelasnya.

Layanan terpadu berbasis jemaah

Di samping itu, Wamenhaj mengingatkan jajarannya untuk membangun pola komunikasi yang lebih deep dengan para jemaah. Ia menegaskan kalau setiap regulasi serta pelayanan yang diberikan di lapangan harus selalu menempatkan kepentingan jemaah sebagai prioritas paling utama.

Guna mewujudkan transformasi tersebut, Dahnil mendorong penerapan konsep Pelayanan Terpadu (One Stop Service) demi menghadirkan akses layanan yang lebih mudah, efisien, dan terintegrasi bagi masyarakat. Ia menggarisbawahi kalau kesuksesan penyelenggaraan haji mutlak membutuhkan perencanaan yang matang di setiap sektor.

Hal ini mencakup seluruh rantai operasional, mulai dari perumusan kebijakan, penyusunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), pengadaan barang dan jasa, rekrutmen serta pelatihan petugas, manajemen jamaah, hingga aspek pengawasan. Langkah krusial ini juga mengawal fase keberangkatan, pelaksanaan operasional di Tanah Suci, hingga pematangan evaluasi sebagai pijakan perbaikan untuk musim haji berikutnya.

Matangkan perencanaan & evaluasi

Dahnil menilai kalau seluruh tahapan tersebut merupakan satu kesatuan siklus pelayanan yang saling mengikat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain

"Jika perencanaan dilakukan dengan baik, maka semua tahapan pelaksanaan juga akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, evaluasi hari ini merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan Haji yang semakin berkualitas di musim Haji mendatang," tutup Dahnil.

Agenda Evaluasi Rakernas Pelaksanaan Ibadah Haji 1447 H/2026 M ini pada dasarnya menjadi ruang konsolidasi nasional bagi seluruh pemangku kepentingan. Lewat forum ini, para pembuat kebijakan tidak hanya membedah  penyelenggaraan haji tahun ini, tetapi juga merumuskan berbagai langkah strategis demi mendongkrak kualitas pelayanan pada musim haji mendatang. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kemenhaj lagi upgrade besar-besaran, nih! Nggak cuma ganti nama instansi, tapi Wamenhaj Dahnil Anzar minta semua jajaran buat fix merubah mindset dan budaya kerja mereka. Intinya, jemaah haji itu dilayani dengan tulus, bukan dijadikan komoditas bisnis. Lewat sistem One Stop Service dan perencanaan yang matang, pelayanan haji ke depan bakal dibuat lebih transparan, antiribet, dan pastinya trusted banget!

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Pelayanan Haji Haji 2026

Infografis

Terkini