astakom.com, Jakarta – Iran akan tetap blok Selat Hormuz, rute pelayaran minyak terpadat di dunia, berdasarkan pernyataan yang dihubungkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Pesan itu ditayangkan di televisi resmi Iran, tetapi Khamenei tidak tampil secara langsung. Pesan itu disampaikan oleh seorang pembaca berita.
“Iran akan membalas darah warga Iran yang tewas dalam perang dengan Amerika Serikat dan Israel,” ucap Khamenei pada pernyataan, dikutip oleh astakom pada, Jumat (13/3/2026).
Mojtaba turut me remind negara-negara sekitar agar tidak lagi menampung pangkalan AS. Ia dilantik sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal pada hari pertama konflik.
Duka Mendalam: Khamenei Kehilangan Keluarga dalam Serangan
Selain itu, Mojtaba Khamenei kehilangan istrinya dan satu anaknya pada serangan AS-Israel atas kompleks tempat tinggal pemimpin tertinggi yang merenggut nyawa ayahnya. Ibunya turut dilaporkan meninggal dalam serangan tersebut.
Melansir dari Kantor berita Reuters berdasarkan seorang pejabat Iran yang namanya dirahasiakan, bahwa Khamenei “mendapat cedera ringan”, namun informasi lebih lanjut belum ada.
Ia belum muncul di publik dan tidak ada gambar atau rekaman dirinya sejak menjadi pemimpin utama negara Iran.
Saluran berita TV milik pemerintah Iran menyebutnya sebagai “veteran perang Ramadan”, tanpa adanya konfirmasi lebih lanjut mengenai apakah dia mengalami luka.
Mojtaba Khamenei: Blokir Selat Hormuz
Dalam pernyataan publik pertamanya yang berhubungan dengannya, Khamenei menyatakan Iran perlu memanfaatkan “pengaruh untuk menutup Selat Hormuz” karena selat itu adalah daerah di mana “musuh sangat lemah”
Khamenei menyatakan bahwa Iran akan terus menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut.
Teheran menjalankan kebijakan “persahabatan” bersama negara tetangga, akan tetapi ia menegur mereka buat nutup pangkalan-pangkalan AS mereka.
Pesan untuk Negara Tetangga: Tutup Pangkalan AS
“Kami berbagi perbatasan darat atau laut dengan 15 negara tetangga dan selalu berupaya menjalin hubungan yang hangat dan konstruktif dengan semuanya,” ucap Khamenei.
“Negara-negara ini harus memperjelas sikap mereka terhadap para agresor yang menyerang tanah air kita dan para pembunuh rakyat kita.”
“Saya menyarankan mereka untuk menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin.” tegasnya.
“Saya menyarankan mereka untuk menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin.” ujarnya.
Kematian Martir: Khamenei Janji Balas Dendam
Kantor Berita Tasnim, yang dikelola oleh Garda Revolusi Iran, merilis versi berbahasa Inggris dari pernyataan itu, menyebutkan bahwa pernyataan itu ditujukan kepada rakyat Iran.
Khamenei dikatakan bersumpah untuk membalas atas kematian para “martir” Iran, merujuk pada pembunuhan ayatollah dan individu lain yang kehilangan nyawa sejak dimulainya kampanye pengeboman AS-Israel. Jumlah korban total korban yang meninggal di Iran saat ini telah melebihi 1.300 orang, menurut pernyataan duta besar Iran untuk PBB.

