Gen Z Sudah Tahu Belum? Mudik Itu Singkatanya Adalah...
astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran 2026, ada kebiasaan urban yang selalu terjadi di masyarkat Indonesia, 'Mudik'. Kata ini selalu muncul di televisi maupun media sosial. Kamu sudah tau belum, 'Mudik' singkatan dari apa hayoo?
Uniknya, meski familiar dengan kata mudik, ternyata banyak yang tidak tahu jika mudik adalah dua kata yang menjadi satu. Alfian (28) mengaku tidak tahu kepanjangan mudik saat ditanyakan. Begitu juga dengan Bagol (32), mengaku juga tidak mengetahuinya.“Lu gak mudik bro?!”. Mudik memang menjadi tradisi di Indonesia menjelang lebaran. Fenomena ini menjadi keunikan tersendiri.
Asal-usul Kata Mudik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik memiliki dua arti utama. Pertama, pergi ke udik atau hulu sungai, dan kedua, pulang ke kampung halaman. Arti yang kedua inilah yang sering menjadi acuan setiap orang yang ingin mudik, yaitu pulang ke kampung halaman.Untuk arti mudik yang pertama, Antropolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, menjelaskan bahwa istilah ini juga berkaitan dengan kata “udik” dalam bahasa Melayu, yang berarti hulu sungai atau daerah asal.
Dalam versi lain menurut situs Indonesia Baik milik Kementerian Kominfo, mudik ternyata berasal dari Bahasa Jawa “mulih dilik” yang artinya pulang sebentar.
Mudik Jadi Tradisi Sejak Era 1970-an Tahun 1960-an hingga 1970-an terjadi arus urbanisasi. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi tujuan utama, terlebih lagi Jakarta yang menjadi primadona. Jelang lebaran para perantau ini berbondong-bondong pulang ke kampung halaman.
Menurut Guru Besar Universitas Airlangga, Prof. Purnawan Basundoro, menyebut kerinduan pada keluarga menjadi alasan utama tradisi mudik terus bertahan hingga sekarang. Apalagi Indonesia memiliki mayoritas penduduk Muslim, sehingga Idul Fitri menjadi momen paling besar untuk pulang kampung.
Tradisi yang Selalu Ditunggu Menariknya, mudik tidak hanya terjadi saat Idul Fitri. Banyak orang juga pulang kampung saat Natal, Tahun Baru, atau liburan panjang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mudik bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya, mudik selalu punya satu tujuan sederhana: pulang. Pulang ke rumah, pulang ke keluarga, dan pulang ke kenangan yang selalu membuat hati hangat. (NSR)













