Kapan Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Versi NU dan Muhammadiyah
astakom.com, Jakarta - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan.
Umat Islam meyakini malam ini memiliki keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Karena keutamaannya yang sangat besar, banyak umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah pada malam tersebut.
Meski tanggal pastinya tidak pernah disebutkan secara pasti, Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Lalu kapan perkiraan Lailatul Qadar pada Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan pandangan organisasi Islam di Indonesia.
Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an dan Hadis
Keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan dalam Surah Al-Qadr yang menyebut malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah pada waktu biasa.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.”
Karena itu, umat Islam biasanya meningkatkan ibadah seperti salat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, hingga melakukan i’tikaf di masjid pada periode tersebut.
Perkiraan Lailatul Qadar 2026 versi pemerintah dan NU
Di Indonesia, awal Ramadan biasanya ditentukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang juga menjadi rujukan bagi Nahdlatul Ulama.
Jika Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026, maka malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan diperkirakan sebagai berikut:
- Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026
- Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026
- Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026
- Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 2026
- Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026
Malam-malam tersebut menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena berpeluang menjadi Lailatul Qadar.
Perkiraan Lailatul Qadar 2026 versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Berdasarkan perhitungan tersebut, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan diperkirakan sebagai berikut:
- Malam ke-21: Senin malam, 9 Maret 2026
- Malam ke-23: Rabu malam, 11 Maret 2026
- Malam ke-25: Jumat malam, 13 Maret 2026
- Malam ke-27: Minggu malam, 15 Maret 2026
- Malam ke-29: Selasa malam, 17 Maret 2026
Perbedaan satu hari ini merupakan hal yang biasa terjadi karena metode penentuan kalender hijriah yang berbeda.
Malam ke-27 sering dianggap paling berpeluang
Di antara malam-malam ganjil tersebut, sebagian ulama berpendapat malam ke-27 memiliki peluang paling besar sebagai Lailatul Qadar. Pendapat ini didasarkan pada sejumlah riwayat dan pengalaman para ulama terdahulu.
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa tidak ada kepastian mutlak mengenai tanggal Lailatul Qadar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah agar tidak melewatkan malam penuh kemuliaan tersebut.
Kemenag ingatkan pentingnya menghidupkan 10 malam terakhir
Sementara itu, pentingnya meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan juga disampaikan oleh Ketua Tim HDI dan KUB Kanwil Kemenag DIY, Imam Khoiri.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah DIY, Imam Khoiri menjelaskan bahwa waktu pasti Lailatul Qadar memang dirahasiakan agar umat Islam bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di penghujung Ramadan.
“Dirahasiakannya Lailatul Qadar memiliki hikmah agar umat Islam bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya beribadah pada satu malam tertentu saja,” ujarnya dalam Kultum Ba’da Dhuhur Siraman Rohani Ramadan 1447 H di Musholla Al-Ikhlas Kanwil Kemenag DIY, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, cara paling rasional untuk meraih keberkahan malam tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.
Tanda-Tanda dan Amalan di Malam Lailatul Qadar
Beberapa hadis menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan Lailatul Qadar, antara lain malam terasa tenang, udara tidak terlalu panas atau dingin, serta matahari terbit pada pagi harinya dengan cahaya yang lembut. Riwayat ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Muslim.
Untuk meraih keberkahan malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan seperti:
- Salat malam atau qiyamul lail
- Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
- Memperbanyak doa dan zikir
- Melakukan i’tikaf di masjid
- Memohon ampunan kepada Allah SWT
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”













