Update Pariwisata 2026: Kuartal I Drop 17%, Kunjungan Wisman Tiongkok Meningkat!
astakom.com, Jakarta - Awal 2026 menjadi momen koreksi bagi sektor pariwisata Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2026 tercatat mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya, meski secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan tipis.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2026 mencapai 1.014.397 orang. Angka tersebut turun 17,06 persen dibanding Desember 2025, namun masih tumbuh 1,11 persen dibanding Januari 2025.
Di tengah koreksi nasional tersebut, Bali tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.
Bali tetap dominan
Kunjungan wisman langsung ke Bali pada Januari 2026 tercatat sebanyak 502.205 orang. Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyampaikan bahwa angka tersebut mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan.
“Kedatangan wisman Januari 2026 tercatat 502.205 kunjungan, turun dari bulan sebelumnya (Desember 2025) dan turun juga dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (Januari 2025),” ujarnya dikutip dari media pada Rabu, (4/3/2026).
Meski demikian, secara pangsa pasar Bali tetap mendominasi. Hampir 50 persen dari total wisman nasional masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menegaskan posisi Pulau Dewata sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia.
Malaysia & Australia turun
Jika dibandingkan dengan Desember 2025, jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Malaysia dan Australia tercatat mengalami penurunan pada Januari 2026.
Malaysia dan Australia selama ini merupakan dua pasar utama penyumbang wisatawan ke Indonesia, khususnya Bali. Penurunan dari kedua negara tersebut ikut memengaruhi total angka kunjungan di awal tahun.
Tiongkok justru meningkat
Di tengah tren penurunan dari sejumlah negara utama, wisatawan asal Tiongkok justru mencatatkan peningkatan secara bulanan. Agus Gede menjelaskan bahwa kenaikan tersebut terlihat dari perbandingan data grafik kunjungan Januari 2026 terhadap Desember 2025.
“Sedangkan teman-teman bisa dilihat di grafik, wisatawan berkebangsaan Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 11,31 persen,” jelasnya.
Kenaikan sebesar 11,31 persen ini menunjukkan adanya dinamika pasar dan potensi pergeseran komposisi wisatawan di awal tahun.
Efek musiman awal tahun
Secara nasional, BPS menjelaskan bahwa penurunan kunjungan pada Januari merupakan pola yang kerap terjadi setelah periode puncak liburan Natal dan Tahun Baru di bulan Desember.
Koreksi 17,06 persen secara bulanan dinilai sebagai bagian dari normalisasi pasca musim liburan. Sementara itu, pertumbuhan tahunan sebesar 1,11 persen menunjukkan bahwa tren pemulihan pariwisata masih berlangsung, meski dengan fluktuasi musiman.













