Sekolah & RS Ikut Diserang AS - Israel!! Presiden Iran: Kami Gak Nyerah!
astakom.com, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan gak akan hanya diam setelah serangan AS dan Israel yang menargetkan sebuah sekolah serta rumah sakit di Teheran.
Sebuah sekolah di bagian selatan Teheran dan Rumah Sakit Gandhi dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.
Pezeshkian menyebut tindakan ini bukan lagi sekadar operasi militer, melainkan upaya langsung untuk menghancurkan kehidupan dan masa depan bangsa Iran.
Pezeshkian menegaskan bahwa dunia perlu mengecam serangan itu.Langgar Kemanusiaan: Sekolah dan RS Jadi Sasaran Empuk Rudal Gabungan
Pezeshkian memandang serangan tersebut menjadi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan."Serangan terhadap rumah sakit menyerang kehidupan itu sendiri. Serangan terhadap sekolah menargetkan masa depan suatu bangsa. Menargetkan pasien dan anak-anak secara terang-terangan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan,” kata Pezeshkian melansir dari Anadolu Agency pada Selasa, (3/3/2026).
Iran Tidak Akan Menyerah': Janji Pezeshkian di Tengah Duka Nasional
"Dunia harus mengutuknya,Saya berdiri bersama bangsa saya yang berduka. Iran tidak akan tinggal diam atau menyerah pada kejahatan ini,” tegas dia." tulisnya dalam platform X melansir AFP, Selasa (3/3/2026)."Iran tidak akan tinggal diam atau menyerah pada kejahatan ini," sambungnya.
168 Nyawa Melayang di Sekolah Teheran Selatan
Iran menyatakan bahwa 168 individu meninggal di sekolah di bagian selatan pada hari Sabtu. Akan tetapi, serangan itu belum dikonfirmasi oleh Amerika Serikat dan Israel.Sementara itu, insiden di Rumah Sakit Gandhi di Teheran berlangsung pada hari Minggu.
Ancaman Garda Revolusi: 'Musuh Tidak Akan Pernah Aman Lagi'
Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat "tidak akan aman lagi". Peringatan tersebut disampaikan pada hari ketiga agresi gabungan AS-Israel terhadap republik Islam itu."Musuh harus tahu bahwa hari hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri," ucap pasukan Quds Garda Revolusi.












