Indonesia Gaspol Diplomasi Pariwisata di ITB Berlin 2026, Bawa Misi Destinasi Naik Kelas
astakom.com, Jakarta - Berlin kembali menjadi titik temu para pemimpin pariwisata global. Di tengah pemulihan industri wisata dunia yang semakin kuat, Indonesia hadir bukan sekadar meramaikan forum, tetapi membawa visi transformasi destinasi yang lebih matang dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri, menghadiri UN Tourism Ministers’ Summit 2026 dalam rangkaian ITB Berlin di CityCube Berlin, Jerman, Senin (2/3/2026).
Forum tingkat tinggi yang digelar oleh UN Tourism bersama Messe Berlin tersebut mengusung tema “Empowering Emerging Destinations: From Potential to Performance”, yang menyoroti bagaimana negara-negara berkembang bisa mengubah potensi wisata menjadi performa nyata dan berdaya saing.
Destinasi berkembang harus punya arah
Dalam forum yang mempertemukan para menteri, pelaku industri, dan pemangku kepentingan global itu, Indonesia aktif terlibat dalam diskusi strategis seputar tantangan dan peluang destinasi berkembang.
Isu yang dibahas mencakup pentingnya tata kelola yang solid agar lonjakan wisatawan tidak berdampak negatif pada infrastruktur, masyarakat lokal, maupun lingkungan.
Selain itu, investasi pariwisata juga ditekankan agar selaras dengan kebutuhan destinasi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan data dan teknologi digital untuk perencanaan yang lebih presisi.
Pendekatannya jelas: pertumbuhan iya, tapi tetap terkontrol dan berdampak positif.
Pariwisata dan perdamaian, saling menguatkan
Dalam sesi pembukaan, Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nuwais, menegaskan keterkaitan erat antara stabilitas global dan perkembangan sektor wisata.
Pariwisata membutuhkan perdamaian dan sebaliknya, perdamaian menumbuhkan Pariwisata.
Keterkaitan yang tak terpisahkan ini sangat penting dalam memajukan konektivitas dan infrastruktur pariwisata, yang kemudian memungkinkan pengembangan destinasi wisata, mengubah potensi menjadi realitas yang berkelanjutan.
Transformasi bukan sekadar soal jumlah kunjungan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Widiyanti juga menekankan pentingnya arah kebijakan yang tepat di tengah tren kenaikan perjalanan internasional.
“Pertumbuhan pariwisata global yang signifikan harus diiringi dengan kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi,” dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata pada Selasa, (3/3/2026).
Melansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata pada Selasa, (3/3/2026), Indonesia memandang bahwa perubahan pada destinasi berkembang tidak semata mengejar lonjakan angka kunjungan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, memastikan distribusi manfaat ekonomi yang merata, serta menjaga ketahanan destinasi dalam jangka panjang.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini sekaligus mempertegas komitmen memperluas diplomasi pariwisata dan memperkuat jejaring internasional. Bahkan, Indonesia disebut mendapat apresiasi dari sejumlah negara atas pendekatan investasi, pengelolaan destinasi, serta pemanfaatan teknologi ermasuk AI untuk strategi promosi.













