astakom.com, Jakarta -Dalam kesempatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Mongolia. Dua negara tersebut mengadakan Pertemuan Konsultasi Politik di Jakarta pada Kamis kemarin dikutip oleh astakom pada Jumat, (27/2/2026).
Hal ini menandai fase baru dalam penguatan partnership Indonesia dan Mongolia.
Perjumpaan ini dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Amartuvshin Gombosuren.
Pada perjumpaan tersebut, kedua Wamenlu discuss terkait perkembangan hubungan bilateral yang nunjukkin sikap positif dan potensi ekspansi kerja sama diantaranya : ekonomi strategis, pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, pariwisata dan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Kerjasama Indo Mongolia Luas
“Potensi kerja sama Indonesia dan Mongolia masih sangat luas. Peningkatan engagement pelaku usaha menjadi kunci, antara lain melalui MoU antar-kamar dagang sebagai jembatan memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis,” ucap Wamenlu Tata.
Pada bidang pertanian, Indonesia dilihat mempunyai kapabilitas buat ngedukung kemajuan sumber daya manusia lewat program pelatihan pengembangan pertanian yang berkelanjutan.
Beasiswa ‘TIAS’ Sektor Pendidikan
Selain itu, di sektor pendidikan, kolaborasi udah diperkuat lewat beasiswa Indonesia, salah satunya The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), pelatihan peningkatan kapabilitas bagi para diplomat Mongolia, dan program Kemitraan Negara Berkembang.
Gak hanya itu, kedua negara tersebut juga diskusi soal kemajuan kondisi geopolitik global dan usaha buat ningkatin kerjasama pada forum regional dan multilateral.
Navigasi Isu Global & Indo-Pasifik Bersama
Untuk langkah konkret buat memperkokoh dialog kebijakan luar negeri, kedua negara bakal menjajaki pembentukan Policy Planning Dialogue antara Kementerian Luar Negeri buat memperdalam koordinasi strategis juga discuss terkait dinamika wilayah Indo-Pasifik dan isu global.
Perjumpaan ini adalah bagian dari kelanjutan dari penandatanganan MoU on Political Consultation oleh Menteri Luar Negeri di kedua negara Jakarta pada Mei 2025 lalu dan buat jadi landasan perkuat arsitektur dialog bilateral yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Dongkrak Ekonomi Lewat MoU Antar-Kamar Dagang
Hubungan dua sisi Indonesia- Mongolia memperlihatkan sikap positif, terutama di sektor perdagangan.
Jumlah perdagangan kedua negara pada tahun 2025 sebanyak USD 49,5 juta dan impor dari Mongolia sebanyak USD 6,5 juta.
Hubungan dua negara tersebut juga diperkokoh dengan adanya satu satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara di Tanjung Lesung, Banten.
“Indonesia bangga menjadi tuan rumah pertemuan strategis ini. Kami berharap kemitraan Indonesia dan Mongolia terus berkembang dalam kerangka kerja sama komprehensif yang lebih erat, responsif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ucap Wamenlu Tata.

