25 Februari 2026! Jadwal Imsak & Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini
astakom.com, Jakarta – Umat Muslim di wilayah DKI Jakarta menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 25 Februari 2026. Waktu sahur dan berbuka puasa hari ini mengikuti jadwal resmi yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam.
Berdasarkan jadwal resmi tersebut, waktu Imsak hari ini adalah 04.32 WIB, dan waktu Subuh dimulai pada 04.42 WIB.
Sementara waktu Maghrib atau buka puasa tercatat 18.16 WIB untuk wilayah Jakarta. Waktu‐waktu salat lainnya mengikuti perhitungan astronomis yang disesuaikan dengan posisi matahari di wilayah setempat.
Perubahan waktu dari hari ke hari merupakan bagian dari pergeseran posisi matahari sepanjang bulan Ramadan yang sudah dihitung secara hisab.
Jadwal ibadah 25 Februari 2026 (WIB)
Berikut rincian waktu ibadah yang berlaku di wilayah DKI Jakarta:
- Imsak: 04.32 WIB
- Subuh: 04.42 WIB
- Zuhur: 12.10 WIB
- Asar: 15.19 WIB
- Maghrib (Buka Puasa): 18.16 WIB
- Isya: 19.26 WIB
Imsak adalah penanda terakhir sahur sebelum masuk waktu Subuh, sedangkan puasa secara syariat dimulai saat waktu Subuh tiba. Durasi puasa pada hari ini berlangsung sekitar 13 jam lebih, dari Subuh hingga Maghrib.
Doa berbuka puasa
Momen berbuka puasa merupakan saat yang mustajab untuk memanjatkan doa karena puasa telah selesai dan waktu Maghrib telah tiba.
Para ulama menganjurkan membaca doa ini saat mulai berbuka sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ’ala rizqika afthartu bi rahmatika yaa arhamar‑rahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat‑Mu, wahai Maha Pengasih.”
Doa ini sesuai dengan bacaan yang umumnya dianjurkan untuk diamalkan saat iftar Ramadan.
Doa Niat Puasa
Niat merupakan syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Dalam ajaran Islam, niat dilakukan dalam hati sebelum waktu sahur/subuh setiap hari. Di dalam praktik umat Islam Nusantara, doa niat juga sering dilafalkan untuk membantu meneguhkan niat secara lisan.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ Nawaitu shauma ghadin ’an ada’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Lafadz ini banyak diajarkan sebagai bentuk meneguhkan niat puasa sebelum fajar setiap harinya, mengikuti pemahaman umum dari ulama dan fatwa umat Islam Indonesia.
Catatan: Dalam fikih Islam, niat puasa adalah keyakinan hati sebelum waktu Subuh, namun mengucapkannya secara lisan juga termasuk sunnah bagi sebagian ulama.













