Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Tradisi Fahombo Nias! Pemprov Sumut Gaspol Menuju Warisan Dunia UNESCO

astakom.com, Jakarta – Tradisi lompat batu atau Fahombo di Desa Bawomataluo kembali viral dan mendapat sorotan luas. Momentum ini menguat setelah akun Instagram @sakatha.budaya mengunggah dokumentasi kegiatan sosialisasi pengusulan Warisan Dunia yang digelar di desa adat tersebut.

Konten itu memperlihatkan keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pengakuan internasional terhadap warisan budaya Nias.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersinergi dengan Direktorat Diplomasi Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penguatan dokumen nominasi menuju pengajuan resmi ke UNESCO World Heritage Centre.

Tak hanya seremoni, sosialisasi ini juga melibatkan Tim Kerja Warisan Dunia, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, serta pemerintah Kabupaten Nias Selatan bersama masyarakat adat.

Fokusnya adalah memastikan kesiapan kawasan memenuhi standar Outstanding Universal Value (OUV), sistem perlindungan hukum, hingga pengelolaan berbasis komunitas.

Tradisi Fahombo Bawomataluo

Fahombo bukan sekadar aksi melompati susunan batu setinggi lebih dari dua meter. Tradisi ini dulunya menjadi simbol kedewasaan dan kesiapan pemuda Nias menghadapi peperangan antarkampung.

Batu yang dilompati dimaknai sebagai representasi rintangan atau musuh yang harus ditaklukkan.

Di Desa Bawomataluo, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas kolektif masyarakat. Atraksi dilakukan dengan teknik khusus yang diwariskan turun-temurun.

Di sekelilingnya berdiri rumah adat Omo Hada yang dibangun tanpa paku, menunjukkan kecanggihan arsitektur tradisional Nias yang tahan gempa dan sarat filosofi sosial.

Keaslian lanskap budaya, tata ruang berbasis struktur sosial, serta keberlanjutan praktik adat menjadi poin penting dalam penilaian warisan dunia.

Sosialisasi dan penguatan nominasi

Unggahan @sakatha.budaya menampilkan kegiatan sosialisasi pengusulan Warisan Dunia yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Narasi dalam unggahan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian kawasan.

Langkah ini memperkuat posisi Bawomataluo yang sebelumnya telah masuk Daftar Sementara (Tentative List) Warisan Dunia UNESCO sejak 2009 melalui pengajuan Pemerintah Indonesia.

Status tersebut merupakan tahap awal sebelum nominasi resmi, yang mensyaratkan pemenuhan nilai universal luar biasa (OUV), integritas kawasan, dan sistem pengelolaan jangka panjang.

Dengan adanya sosialisasi terbaru, proses ini menunjukkan keberlanjutan komitmen, bukan sekadar wacana.

Strategi promosi budaya Sumut

Selain melalui jalur administratif, promosi budaya juga dilakukan lewat media sosial dan kolaborasi kreator.

Sebelumnya, unggahan kolaborasi fotografer Barry Kusuma bersama akun resmi @disbudparekrafsumut turut mengangkat Fahombo dan panorama desa adat di atas bukit.

Strategi ini memperluas eksposur budaya Nias ke audiens nasional hingga internasional. Pendekatan digital dinilai relevan untuk membangun kesadaran publik, terutama generasi muda, terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya.

Kombinasi antara penguatan dokumen nominasi, sosialisasi ke masyarakat, serta kampanye digital menjadi bagian dari upaya sistematis menuju pengakuan global.

Gen Z Takeaway
Fahombo itu bukan cuma konten estetik buat feed atau reels. Di balik lompatan setinggi dua meter, ada sejarah, identitas, dan sistem adat yang masih hidup sampai sekarang. Kalau budaya lokal bisa naik kelas ke panggung dunia, itu bukti kalau tradisi nggak pernah ketinggalan zaman—asal dijaga, dirawat, dan dipromosikan dengan cara yang relevan.

Feed Update

Momen Anak-anak Antusias Sambut Kapal Pengantar MBG di Pesisir Danau Sentani

astakom.com, Jakarta — Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Danau Sentani Kabupaten Jayapura, Papua, dilakukan dengan berbeda. MBG yang didistribusikan untuk anak sekolah, ibu...

Gen Z Sudah Tahu Belum? Mudik Itu Singkatanya Adalah…

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran 2026, ada kebiasaan urban yang selalu terjadi di masyarkat Indonesia, 'Mudik'. Kata ini selalu muncul di televisi maupun media...

Jalur Pemudik dan Pelancong Palabuhanratu Rusak hingga Viral, Dedi Mulyadi Bilang “Itu Bukan Jalan Provinsi!”

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran biasanya dibarengi dengan musim mudik dan liburan. Dan yang paling utama bagi pemudik dan pelancong liburan adalah kemanan jalur...

Momen Warga Aceh Tamiang ‘War’ Takjil, UMKM Kembali Pulih Pascabencana

astakom.com, Jakarta — Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera yang jadi komitmen pemerintah semakin tampak hasilnya di lapangan. Di Aceh Tamiang, ramai-ramai masyarakat berburu takjil...

Jaksa yang Tuntut Hukuman Mati ABK Fandi Minta Maaf di Hadapan DPR

astakom.com, Jakarta — Jaksa bernama Muhammad Arfian, yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara yang menuntut hukuman mati terhadap anak buah kapal...

Libur Lebaran 2026 Diprediksi Bikin Wisata Domestik Meledak, 144 Juta Wisnus Siap Jalan-Jalan

astakom.com, Jakarta – Libur Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi momen besar bagi sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ratusan juta masyarakat akan melakukan perjalanan, baik...