Masuk Tujuan Favorit, Menhub Prediksi 27,29 Juta Orang Mudik ke Jatim saat Lebaran
astakom.com, Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sekitar 27,29 juta orang bakal mudik ke Jawa Timur (Jatim) selama periode angkutan Lebaran 2026, bikin provinsi ini jadi salah satu destinasi dengan trafik tertinggi se-Indonesia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menyampaikan, berdasarkan survei nasional, total pergerakan masyarakat saat Lebaran 2026 diperkirakan tembus 143,91 juta orang secara nasional.
"Sementara itu, Jawa Timur merupakan provinsi tujuan mudik favorit nasional nomor dua, sebesar 27,29 juta orang," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, kemarin (22/2/2026).
Dia menyebutkan, Kota Surabaya termasuk dalam kabupaten - kota tujuan favorit nasional dengan prakiraan pergerakan masyarakat sebesar 732 ribu orang.
Koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2026
Oleh karena itu, untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang aman dan lancar di wilayah tersebut, Menhub melakukan koordinasi kesiapan penyelenggaraan transportasi angkutan Lebaran 2026 bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Koordinasi ini dilakukan sebagai langkah awal memastikan seluruh moda dan infrastruktur transportasi siap melayani lonjakan mobilitas masyarakat," ujarnya.
"Sinergi dan koordinasi yang kuat antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci dalam memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar," ucap Menhub.
Pelayanan terpadu antarmoda
Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan strategi pelayanan terpadu antarmoda melalui penguatan kapasitas angkutan massal, optimalisasi jadwal operasi, serta distribusi penumpang berbasis simpul transportasi.
Pengaturan dilakukan agar perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lain berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan pada terminal, stasiun, pelabuhan, maupun bandara.
"Kemenhub juga memastikan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana transportasi pendukung Angkutan Lebaran 2026, serta sejumlah langkah antisipatif lain," jelasnya.











