20+ Negara Kumpul Bahas Nasib Gaza di KTT Board of Peace!
astakom.com, Jakarta - Hari ini, Washington DC jadi pusat perhatian dunia, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bakal memimpin langsung pertemuan Board of Peace (BoP) yang super krusial.
Agenda utamanya, Trump mau ngajak para pemimpin dunia buat all in menggalang dukungan internasional, khususnya buat proyek rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza pasca perang.
Pertemuan ini bener-bener jadi moment of truth buat masa depan Gaza, karena tujuannya buat beresin infrastruktur yang hancur dan mastiin bantuan logistik masuk tanpa hambatan lagi.20+ Negara Akan Hadir
Gedung Putih kasih klaim bahwa lebih dari 20 negara dipastikan hadir dalam pertemuan KTT Board of Peace hari ini.Mereka sudah komitmen buat menghimpun dana lebih dari 5 miliar dolar AS cuma buat dukung pemulihan Gaza.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga ngebocorin kalau negara negara anggota ini janji bakal ngirim ribuan personel buat ngebentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza.
Rencana Pemerintah
Leavitt nyebut langkah all out ini sebagai bagian dari grand design alias rencana besar pemerintahan Trump buat nyelesain konflik secara permanen."Presiden memiliki rencana dan visi yang sangat berani untuk membangun kembali Gaza, yang kini berjalan dengan baik melalui Board of Peace,” ucap Leavitt.
Awal Mula Pembentukan BoP
FYI, Board of Peace (BoP) sebenarnya baru aja "lahir" setelah Trump tanda tangan dokumen pendiriannya di Davos, Swiss, pada 23 Januari lalu.Badan ini punya backingan kuat dari resolusi DK PBB sebagai bagian dari rencana damai Gaza. Sederet negara Timur Tengah kayak Turki, Mesir, Arab Saudi, dan Qatar, plus negara berkembang kayak Indonesia, sudah resmi gabung dan fix bakal ikutan.
Negara Sekutu AS, Picky?
Tapi uniknya, beberapa negara Barat yang biasanya jadi sekutu setia AS malah masih bersikap picky alias hati-hati banget buat join.Bahkan, Vatikan sudah tegas bilang "no" dan mutusin buat nggak ikutan inisiatif ini. Kardinal Pietro Parolin sempat speak up kalau urusan krisis Gaza harusnya tetap di bawah komando PBB. Tahap awal, BoP cuma dirancang buat ngawasin tata kelola sementara Gaza pasca gencatan senjata Oktober lalu.
Tapi, pernyataan Trump yang pengen memperluas peran badan ini buat ngurusin konflik global lainnya langsung bikin dunia heboh. Banyak yang takut kalau BoP bakal tumpang tindih atau bahkan nge ghosting peran PBB sebagai organisasi perdamaian dunia.












