AirFish Voyager Siap Terbang Rendah di Laut! Dengan Rute Singapura–Batam

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Selasa, 17 Februari 2026 | 09:09 WIB
AirFish Voyager Siap Terbang Rendah di Laut! Dengan Rute Singapura–Batam
AirFish Voyager Siap Terbang Rendah di Laut! Dengan Rute Singapura–Batam (astakom/ST Engineering AirX)

astakom.com, Techno Inovasi transportasi laut berkecepatan tinggi bernama AirFish Voyager segera memasuki tahap komersial. Pengembangnya, ST Engineering AirX, mengumumkan kerja sama dengan operator feri BatamFast untuk mengoperasikan wahana tersebut di rute Singapura–Batam mulai paruh kedua 2026, setelah memperoleh persetujuan regulator.

Informasi ini dilansir oleh media industri penerbangan internasional Aerospace Global News dalam laporannya mengenai peluncuran komersial AirFish di kawasan Asia Tenggara.

“ST Engineering AirX announced that regional ferry operator BatamFast will lease and operate an AirFish Voyager craft on the Singapore–Batam route, marking what is expected to be the first commercial WIG ferry service in the world.” — Aerospace Global News

Teknologi Wing-in-Ground: kapal rasa pesawat

AirFish merupakan kendaraan laut berteknologi wing-in-ground effect (WIG), yakni sistem yang memungkinkan wahana melaju beberapa meter di atas permukaan air dengan memanfaatkan efek aerodinamika dekat permukaan. Teknologi ini mengurangi hambatan air secara signifikan, sehingga meningkatkan efisiensi dan kecepatan dibanding feri konvensional.

Masih menurut laporan Aerospace Global News, AirFish Voyager dirancang mampu melaju hingga sekitar 100 knot (±185 km/jam). Dengan kecepatan tersebut, waktu tempuh Singapura–Batam berpotensi jauh lebih singkat dibanding kapal cepat biasa.

Selain itu, AirFish tidak memerlukan landasan pacu seperti pesawat, karena secara klasifikasi tetap masuk kategori kendaraan maritim.

Target operasional dan sertifikasi

Operasional komersial AirFish di rute Singapura–Batam ditargetkan dimulai pada paruh kedua 2026, dengan catatan seluruh proses perizinan dan sertifikasi dari otoritas kedua negara telah disetujui.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa proyek ini berpotensi menjadi layanan WIG komersial pertama di dunia jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Tak hanya Asia Tenggara, ST Engineering AirX juga menggandeng operator India, Wings Over Water (WOW), untuk menghadirkan AirFish di rute pesisir India menjelang akhir 2026. Kerja sama ini mencakup kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan dan produksi lokal.

Era baru mobilitas maritim?

Jika terealisasi sesuai jadwal, AirFish bisa membuka babak baru transportasi laut regional khususnya bagi kawasan kepulauan seperti Indonesia dan Singapura yang memiliki lalu lintas laut padat.

Dengan kombinasi kecepatan tinggi, efisiensi bahan bakar, dan desain inovatif, AirFish berpotensi menjadi jembatan antara dunia maritim dan teknologi aeronautika.

Laporan resmi dan wawancara industri oleh Aerospace Global News terkait pengumuman ST Engineering AirX dan BatamFast mengenai peluncuran AirFish Voyager di rute Singapura–Batam (2026).

Gen Z Takeaway
AirFish ini basically “kapal rasa pesawat” yang bisa bikin rute Singapura–Batam jadi super ngebut tanpa perlu bandara. Kalau jadi rilis 2026, ini bisa jadi game changer buat mobilitas antarpulau—lebih cepat, lebih futuristik, dan berpotensi jadi WIG ferry komersial pertama di dunia. Intinya: transport laut nggak lagi cuma soal pelan-pelan di ombak, tapi bisa naik level jadi semi-terbang di atas air.

AirFish Voyager AirFish Voyager Rute Singapura–Batam Inovasi transportasi laut operator feri BatamFast

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB