Serapan Tenaga Kerja Makin Solid! Pengangguran RI Turun ke 4,74%

Editor: Shintya
Senin, 16 Februari 2026 | 19:42 WIB
Serapan Tenaga Kerja Makin Solid! Pengangguran RI Turun ke 4,74%
Serapan Tenaga Kerja Makin Solid! Pengangguran RI Turun ke 4,74%(astakom/ilustrasi/str-Antasena)

astakom.com, Jakarta - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia makin menurun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Indonesia pada November 2025 sebesar 4,74 persen, ini menunjukkan penurunan sejak Agustus 2024.

Sebelumnya, pada Agustus 2024, angka pengangguran tercatat sebesar 4,91 persen. Lanjut menurun lagi ke angka 4,76 persen pada Februari 2025.

Sempat naik ke angka 4,85 persen pada Agustus 2025, tapi menurun lagi di bulan November 2025.

Dari 155,27 juta orang angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang bekerja dan 7,35 juta orang menganggur.

Penyerapan tenaga kerja bertambah

Per Agustus sampai November 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 1,26 juta orang. Lalu, penyerapan tenaga kerja bertambah sebanyak 1,37 juta orang. Artinya jumlah pengangguran berkurang 109 ribu orang.

Selanjutnya dari 147,91 juta orang bekerja, sebanyak 100,49 juta orang merupakan pekerja penuh waktu yang bekerja at least 35 jam dalam seminggu.

"Tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan,  dan industri pengolahan," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip oleh Astakom pada Senin (16/2/2026).

Penyerapan tenaga kerja tiap sektor

Data pekerja itu diklasifikasikan ke dalam beberapa sektor pekerjaan. Diantaranya sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

Dia menjelaskan ada 27,99 persen penduduk bekerja terserap di sektor pertanian. Sektor perdagangan menyerap 18,67 persen tenaga kerja. Sedangkan industri pengolahan menyerap 13,86 persen tenaga kerja.

Dari Agustus sampai November 2025, lapangan usaha akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, dan perdagangan jadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja tertinggi, yaitu masing-masing sekitar 381 ribu orang, 196 ribu orang, dan 168 ribu orang.

Proporsi penduduk yang bekerja formal meningkat
Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal pun terus mengalami peningkatan dari 40,83 persen pada Februari 2024, 42,05 persen pada Agustus 2024, 40,60 persen di Februari 2025, 42,20 persen pada Agustus 2025, menjadi 42,30 persen di November 2025.

Selain angka pengangguran, BPS melaporkan tingkat kemiskinan juga ikut turun. Dilansir dari redaksi Astakom.com, data BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 berada di angka 8,25 persen dari total penduduk.

Kemiskinan juga ikut turun
Data itu menunjukkan kemiskinan di Indonesia turun 0,22 persen poin dibandingkan pada Maret 2025 yang masih di angka 8,47 persen.

Amalia bilang, penurunan ini seiring dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin dari 23,85 juta orang pada Maret menjadi 23,36 juta orang pada September 2025.

“Dengan kata lain, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September turun sebesar 490 ribu orang dibanding Maret 2025,” kata Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Gen Z Takeaway
Data BPS nunjukin TPT Indonesia turun ke 4,74% per November 2025, artinya 109 ribu orang keluar dari status pengangguran. Penyerapan kerja naik 1,37 juta orang, paling banyak di pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Bahkan tingkat kemiskinan ikut turun jadi 8,25%, jadi overall ini sinyal positif buat job market dan ekonomi domestik.

Badan Pusat Statistik (BPS) Berita ekonomi BPS Pengangguran Menurun Prabowonomics

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB