Fantastic! Jet KAAN RI Pakai Mesin TF35000 dengan Total Proyek Rp 251,8 Triliun , 'Bebas ITAR' Jadi Concerns

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:45 WIB
Fantastic! Jet KAAN RI Pakai Mesin TF35000 dengan Total Proyek Rp 251,8 Triliun , 'Bebas ITAR' Jadi Concerns
Fantastic! Jet KAAN RI Pakai Mesin TF35000 dengan Total Proyek Rp 251,8 Triliun , 'Bebas ITAR' Jadi Concerns (astakom/ TUSAS)

astakom.com, Jakarta - Proyek jet tempur generasi kelima KAAN antara Indonesia dan Turki makin serius dan makin strategis. Nilai kontraknya mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun untuk 48 unit pesawat. '

Proyek ini berbeda bukan cuma karena angka fantastisnya, melainkan permintaan teknis Indonesia yaitu mesin harus bebas ITAR.

Di sisi lain, Turki sendiri sedang memasuki fase krusial pengembangan KAAN, mulai dari uji terbang prototipe konfigurasi sebenarnya hingga roadmap mesin turbofan dalam negeri TF35000. Semua ini membuka dua isu besar kesiapan teknologi dan arah kemandirian pertahanan.

Uji terbang KAAN makin dekat, Ini timeline resminya

CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS) Mehmet Demiroglu menjelaskan tentang pentingnya proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN dalam saluran Youtube SAHA Istanbul.

Ia menyatakan, prototipe uji pertama KAAN dalam konfigurasi sebenarnya, yang disebut P1, direncanakan melakukan penerbangan perdananya pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni 2026.

Demiroglu menekankan bahwa jet tempur generasi ke-5 itu merupakan titik balik strategis bagi Turki.

"Kami memproduksi total tiga prototipe. P0 adalah pesawat uji teknik dan telah melakukan dua penerbangan. Sekarang, dengan P1, kami memulai uji penerbangan dalam konfigurasi sebenarnya. Pesawat kami akan terbang pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni," ucap Demiroglu dikutip dari Aerohaber.

Pernyataan ini menegaskan bahwa proyek KAAN telah bergerak dari fase teknis awal menuju uji konfigurasi operasional nyata, tahap yang sangat krusial dalam pengembangan jet tempur generasi kelima.

Mesin F110, permintaan ke AS, dan target TF35000

Dalam pengembangan awal, KAAN masih menggunakan mesin F110 buatan Amerika Serikat, mesin yang juga digunakan pada jet F-16, untuk uji terbang Blok 10.

Demiroglu mencatat, mesin F110 akan diutamakan untuk penerbangan uji tersebut. Namun ia juga mengungkapkan bahwa permintaan Turki kepada Kongres Amerika Serikat (AS) untuk 80 mesin guna produksi serial belum disetujui.

Ia menyatakan, pengujian akan terus dilakukan menggunakan 10 mesin F110 yang telah dipasok dari AS. Meski demikian, target jangka panjangnya adalah menggunakan mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri yang sedang dikembangkan oleh TEI.

Menurut Demiroglu, teknologi mesin merupakan salah satu bidang paling menantang dalam industri pertahanan. Ia memaparkan peta jalan pengembangan TF35000,

"Untuk TF35000, proses pengujian dan produksi akan dimulai pada tahun 2031. Tujuan kami adalah menyelesaikan mesin pada tahun 2032 dan menyelesaikan sebagian besar integrasi pada tahun yang sama," kata Demiroglu.

Fakta bahwa Demiroglu merupakan insinyur mekanik yang sebelumnya bekerja di BMC Power dan TEI membuat penilaiannya terhadap pengembangan mesin ini memiliki bobot teknis yang kuat.

Rp 251,8 Triliun & mesin “bebas ITAR”, apa artinya buat RI?

Demiroglu juga menjelaskan bahwa mesin TF35000 direncanakan akan digunakan pada versi KAAN yang diekspor ke Indonesia.

Ia membagikan detail proyek penjualan 48 unit jet KAAN ke Indonesia, dengan total nilai mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun. Fase pertama kontrak ditandatangani di IDEF, Istanbul pada pertengahan 2025 dan fase kedua diteken pada 2026.

Yang paling strategis adalah permintaan Indonesia terkait mesin.

Demiroglu menerangkan bahwa pihak Indonesia meminta mesin bebas ITAR, yang berarti mesin sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Ia mencatat bahwa pekerjaan terus berlanjut sesuai dengan persyaratan tersebut.

"Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek KAAN telah memasuki fase kritis dalam hal pengujian penerbangan, pengembangan mesin, dan potensi ekspor. Penerbangan prototipe konfigurasi nyata pertama dianggap sebagai salah satu tonggak terpenting dalam tujuan Turki untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5," jelas Demiroglu.

Secara sederhana, ITAR (International Traffic in Arms Regulations) adalah regulasi ekspor senjata Amerika Serikat. Jika suatu komponen terikat ITAR, maka penggunaannya dapat dibatasi oleh kebijakan ekspor AS.

Dengan meminta mesin bebas ITAR, Indonesia menginginkan fleksibilitas operasional dan kebebasan strategis tanpa pembatasan regulasi negara lain.

Gen Z Takeaway

Ini bukan sekadar deal jet tempur Rp 251,8 triliun. Ini soal posisi Indonesia di ekosistem teknologi pertahanan global. Minta mesin bebas ITAR berarti nggak mau terikat regulasi pihak ketiga. Sementara Turki sendiri lagi ngebut kembangkan mesin domestik TF35000. Kalau roadmap ini sukses, Indonesia bukan cuma beli jet generasi kelima — tapi ikut masuk ke orbit teknologi yang lebih mandiri dan strategis.

Jet Tempur KAAN RI KAAN RI Proyek Jet Tempur KAAN RI Techno TF35000

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB