Keren! Stok Beras Negara Cetak Rekor, Prabowo Yakin RI Full Swasembada Dalam 3 Tahun
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto optimisme kalau Indonesia bakal full swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan. Soalnya stok beras negara saat ini juga mencapai jumlah tertingi sepanjang sejarah.
Hal ini dikatakan Presiden Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
"Alhamdulillah, untuk pertama kalinya cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah adalah yang tertinggi sepanjang sejarah republik," kata Presiden Prabowo di Malang dikutip pada Senin (9/2/2026).
Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibanding 2024. Angka ini sejalan dengan proyeksi dari FAO dan USDA, dan menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN.Sepanjang tahun 2025, stok beras Bulog mencapai 3,25 juta ton dan sempet tembus sampe 4,2 juta ton pada Juni 2025, sama dengan angka atau level tertinggi yang pernah ada. Awal tahun 2026, total stok beras yang ada di pemerintah dan masyarakat terhitung 12,53 juta ton, melonjak 49,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bidik swasembada jagung
Melihat capaian itu, presiden pengen komoditas lain juga terpacu untuk swasembada, terutama jagung."Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sudah swasembada beras. Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan dalam tiga tahun ke depan kita akan swasembada pangan semuanya," kata Prabowo.
Untuk hasil produksi jagung sepanjang 2025 sendiri, BPS melaporkan jagung pipilan kering kadar air 14 persen mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibanding 2024.
Dari periode Januari sampai Maret 2026, potensi produksi jagung diproyeksikan mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tujuan swasembada pangan
Selain meningkatkan produksi, Prabowo juga bilang tujuan utama kebijakan pangan adalah buat menurunkan harga dan ngejaga keterjangkauan bagi masyarakat."Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga bilang bahwa Kementerian Pertanian akan terus memperkuat produksi dari hulu ke hilir, termasuk distribusi dan pendampingan petani.
"Pangan adalah prioritas nasional. Semua kebijakan produksi dan distribusi kami selaraskan dengan arahan Presiden agar swasembada pangan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat," kata Amran dikutip pada Senin (9/2/2026).










